Simpan Masakan di Kulkas (tips Belanja Mingguan..)


Tanya:
Aku mau tanya, Si mbok aku itu hobbinya simpan masakan di kulkas, jadi kalau misalnya dia beli ikan, dia bilang sama aku wah, bu hari ini saya beli ikan segar banget, wis pokoknya fresh dah, trus ikan ini diolah/dibumbu sama si mbok trus di simpen di kulkas, jadi bisa 2 hari sekali ikan ini digoreng dan keluar di meja makan, jadi kalau misalnya dia beli ikannya agak banyak, alamat itu ikan bisa keluar di meja makan aku seminggu kemudian malah kadang mungkin lebih dari seminggu, lha ya sama saja biar ikannya belinya fresh banget, kalau diolah trus simpen di kulkas ya sama saja jadi tidak fresh. Aku baru ngeh itu baru-baru saja, kok si mbok ini kalau masak tidak bervariasi, bisa makanan yang sama keluar tiap hari atau baru 2 hari kemudian dia masak lagi jenis yang sama, sampai waktu itu pernah 1 minggu keluar berturut-turut jenis masakan yang sama karena pas waktu itu aku bilang kalau masakan si mbok enak, habis itu aku kapok tidak muji lagi, takut disikat makanan yang sama terus, bisa stress aku. (selama ini aku tidak pernah menyebutkan masakan apa yang aku mau, jadi terserah dia mau masak apa, aku tinggal kasih uang, kecuali aku lagi kepingin masakan tertentu , baru aku ngomong), begitu juga kalau misalnya tempe atau tahu, dia bacem gitu, terus dimasukin kulkas, jadi bisa seminggu itu tempe bacem di kulkas, baru digoreng dan dikeluarkan ke meja makan. yah mungkin pertimbangan dia, dia tidak mau repot masak, jadi dia bikin banyak, simpen di kulkas, terus kalau dia pikir sudah cukup waktu baru dikeluarin, supaya kelihatan bervariasi, pernah juga waktu itu bikin telur kecap, hari ini keluar di meja makan 5 biji, terus keesokan harinya habis, keluar lagi itu telur 5 biji lagi dimeja makan, aku habisin cepat-cepat biar besok tidak ada lagi telur di meja makan, biar cepet beres, e..ee ternyata besok keluar lagi 5 biji, dia pikir aku doyan, begitu seterusnya sampai aku tegur, kok itu telur tiap hari bikin, aku sudah bosan, ternyata dia bikin bisa 20-25 telur sekali  bikin, trus disimpen, jadi giliran dia lihat kita doyan/habis. walahh itu telur nongol lagi di meja makan. (Rn)

Jawab
Mau tidak mau, soal simpan makanan di kulkas itu harus aku jalanin juga semenjak aku kerja lagi. Intinya supaya praktis, cuma bedanya yang aku simpen di kulkas itu mayoritas berupa makanan mentah atau setengah matang. Aku belanja mingguan setiap sabtu pagi. Ikan/udang/cumi/kepiting, ayam, daging-dagingaan, telor, sayuran, tahu/tempe/tofu, cabe, bawang, santan murni, buah-buahanan dll itu aku stok buat seminggu. Untuk lauk, biasanya aku belanja 4 macam seafood, 2 ekor ayam, 1 macam daging/paru/hati/otak/babat (hihi.. dasar orang Indo, yang suka jeroan..), plus menu tambahan tetap, telur 1 papan (30btr) untuk seminggu. Sayurnya juga untuk 7 hari, bayam, kangkung, buncis, wortel, brokoli/bunga kol, ercis, sawi hijau/putih, terong, baby kailan, kol, dllsb. Semuanya aku takar, masing-masing 1 macam masakan cukup untuk 1 hari makan. Yang tidak tahan untuk disimpen seminggu, mis. tahu/tempe, dimasak di awal minggu, atau dibacem dulu/kering tempe terus disimpen di kulkas/tupperware, kalau bacem gitu mau makan baru digoreng. Ayam, biasanya aku beli 2 ekor, yang seekor diungkep dulu, trus di simpen di kulkas, satunya lagi disimpen mentah untuk dimasak selain di goreng. Ikan2 disiangin, trus dikasih jeruk nipis + garam. Sayur- sayuranan, cabe disimpen di kulkas setelah di siangi, tanpa dicuci. Abis belanja itu, adalah hari krida di dapur, maksudnya aku tidak keluar dari dapur sampai jam 12 siang, kadang lebih malah. Yang butuh waktu proses yang lama, seperti misalnya merebus daging/paru, dikerjain di hari itu, supaya besok-besoknya masaknya lebih ringkas. Selain itu, aku juga masakin yang kering-kering di awal minggu, mis, sambal lado teri kacang/kering tempe, cabe sambal lado untuk seminggu (disimpen di tupperware di kulkas), ngeblender bumbu dasar untuk seminggu, dll. Aku masak pagi-pagi sekali, berhubung aku & suami ngebontot makan siang, jadi jam 7 pagi, makanan sudah harus selesai di packing (suamiku paling malas makan keluar, atau ngerasain makanan kantin yang menunya itu saja). Selain itu, pikiranku jadi tenang, setelah itu pembantuku bisa konsentrasi jagain anak-anak, karena pagi dia sudah selesai masak dan nyuci. Jadi siangnya dia juga bias istirahat tidur siang sama anakku. Gitu saja, intinya jangan biarin si mbok belanja terlalu banyak jumlahnya untuk 1 menu, garing tidak sih, dikasih itu-itu saja. Terus, satu lagi, selama ini, baru ini pembantuku yang bisa dilepas masak, tapi tetep saja soal menu aku yang nentuin. (ir)

Kalau aku tiap sabtu prt aku suruh belanja untuk kebutuhan lauk seminggu kedepan. dan hari itu juga dibersihin, dibumbuin dan disimpan di freezer sesuai dengan jatah makan 1 hari (karena aku & suami makan dirumah cuma malem saja). Misalnya beli 2 ekor ayam dibagi 3 bungkus (untuk 3x masak), tiap masak ambil 1 bungkus. Jadi tidak meerusak yang lain. Dan untuk sayur dan pendampingnya seperti tahu/tempe/bakwan itu belinya harian ditukang sayur. Setiap hari aku juga nyempetin periksa isi kulkas, makanan apa saja yang berlebih & disimpan. Dan juga meriksa apa yang dikerjakan oleh prt atau bs kita dirumah. Memang untuk menu harian terserah prt-ku, tapi untuk jenis makanan yang aku makan, aku yang nentuin pada waktu belanja mingguan tsb. Dan kalau mau cara kita yang dipakai, kita harus juga turun kedapur buat 'nunjukin' ke prt cara yang kita maui. (Da)

Kalau itu aku, sudah klenger dari kapan kapan. Mana aku itu orangnya bosenan. Tapi mungkin makanan tertentu aku don't mind makan berkali kali, seperti rendang, sosis dan nugget buatan sendiri yang di deep freezed. Itu juga sekali bikin tidak banyak banyak amat.

Saat ini saja, pbt-ku masak buat sore saja. Supaya malemnya suami dapea makanan baru dan hangat. Aku sendiri tidak bisa makan yang sama buat lunch dan dinner. Jadi lebih baik siang aku 'gelandangan' nyari makan sendiri. Jajan gado gado kek, soto grobak kek... Kadang kadang makanan sisa semalam,atau sisa makanan yang dibuat si Mbak buat anakku, pokoknya apa ssaja yang ada. Kalau di keluargaku di Kalimantan, justru ibuku masak buat makan siang. Karena papaku jam makan siang biasa makan di rumah. Makan malemnya tinggal dipanasin, atau jajan. Kalau di mertua-ku bisa tuh, makanan dari kapan dipanasin lagi setelah disimpen di kulkas. Kalau aku pribadi sih, prefer masakan itu baru. Cuma yah tidak saklek-saklek amat... ada beberapa masakan aku juga bisa makan keesokan harinya. Tapi biasanya kalau uda 'nginep' lebih dari semalem, aku ogah makan.

Aku rasa si Mbokmu itu ogah pusing. Tapi di sisi baiknya, bikin masakan sekalian gitu bisa menghemat bumbu, dan menghemat gas kompor. Tapi kalau emang tidak tahan, ya better bilang lah Mbak. Daripada ble'eh! Hehehehe...(Yz)

hehehe, masih untung ada simbok yang mo masakin, dari pada susah payah masak sendiri :). Tapi, kalau memang tipe bosenan, ya bilang saja terus terang sama si mbok. dia kan memang dibayar buat masak. hehe. Biar praktis, kasih saja susunan menu-menu masakan (di sedap sekejap kan ada tuh menu bulanan). atau kasih buku resep masakan, biar dia coba-coba masakan yang lain. jadi si mbok sekalian belajar masak makanan baru, dan yang makan juga tidak bosen kan...(Q)

Yang saya tahu sih, masakan itu kalau ditaruh di kulkas (bukan di freezer) biasanya hanya tahan 3 hari, selebihnya sudah tidak bagus buat kesehatan karena ada kemungkinan munculnya bakteri pada makanan tersebut. (Nz)

www. dunia-ibu.org/sharing/index.php?id= 420


Ikut membaca. Terima kasih

Ikut membaca. Terima kasih banyak untuk tips dan informasinya.


Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Add image
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Images can be added to this post.

More information about formatting options

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
Image CAPTCHA
Copy the characters (respecting upper/lower case) from the image.