Salah satu Kisah nyata betapa pentingnya berfikir positif

Oleh: Dede Meki Mekiyanto Dari sekian banyak contoh untuk berfikir positif dan perasaan positif, baik yang diajarkan dari Barat mapun dari Agama, telah terbukti bisa membantu dan mendorong kebahagiaan. Ada suatu kisah nyata, yang diberitahukan oleh seorang kawan tentang seorang temannya di kampung di salah satu kota di Jawa Timur. Sebut saja teman dari seorang kawan saya bernama Tono (nama samaran). Si Tono sedang mengendarai motornya di jalur kiri dimana pada waktu itu ada sebuah mobil yang sedang melaju dengan kecepatan normal. Karena si Tono mau menyusul sang mobil Mercy, Tono pindah mendadak dengan cepat dari jalur kiri ke sebelah kanan mobil mercy. Akan tetapi tiba-tiba sang supir Mercy meludah ke luar dan mengenai si Tono. Jelas si Tono marah sekali, dan dia ingin membalas meludah kepada sang supir. Tetapi tiba-tiba sang mercy melaju lebih kencang, dan si Tono berusaha menyusul dengan memacu motornya dengan kencang. Sembari menyusul, ternyata si Tono telah mengumpulkan (ma’af) air liur di mulutnya untuk disemburkan ke supir karena ingin membalas. Setelah mendapatkan posisi yang pas, tepat di samping pak supir mercy, si Tono langsung saja melontarkan air dalam mulutnya dengan kencang…. Tapi apa yang terjadi…?? Ternyata si Tono sedang menggunakan jenis Helm Teropong, dan tidak dilepas terlebih dahulu sehingga Broooottt…… air liur yang telah dia kumpulkan untuk pak supir itu akhirnya mengenai diri Tono sendiri, memuncrat di wajahnya sendiri atau dengan kata lain dia terkena ludah dua kali. Pembaca yang budiman, kisah nyata itu, mungkin sedikit lucu dan menggelikan. Disini penulis mencoba untuk membahas dari sudut pandang hikmahnya. Pertama, Berfikir positif dan perasaan positif. Jika dilihat dari rencana Tono untuk pindah mendadak dari kiri ke kanan karena mau menyusul karena mungkin di sisi kiri tidak memungkinkan. Nah, dan pada saat yang sama mungkin sang supir mercy itu memang mau meludah keluar kaca mobil dari karena dia mau membuang sesuatu yang tidak mengenakkan di mulutnya, sehingga dia perlu segera meludahkannya. Sehingga pada saat yang tepat dan sama si Tono lewat di sebelah kanan, secara tidak sengaja ludahnya mengenai si Tono. Dengan demikian, jika si Tono berfikir, bahwa si Tono tidak sengaja TERludahi dan BUKAN berfikir Diluahi, maka si Tono mungkin tidak berfikir untuk mau balas dendam. Dan secara otomatis si Tono tidak akan mendapatkan semburan ludah yang kedua kan? Kedua, sabar dengan cara ‘menunda respon’. Dengan berfikir positif seperti di atas, maka dengan menunda respon yang ingin di lakukannya, Tono mungkin tidak membalas. Demikian kisah nyata yang diceritakan oleh seorang kawan tadi.... Menarik...... he...he...


It is sometimes all about

It is sometimes all about keeping the score. Anyone can prove that he can do things right. -  Bobby Price


Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Add image
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Images can be added to this post.

More information about formatting options

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
Image CAPTCHA
Copy the characters (respecting upper/lower case) from the image.