Fikiran seperti rumah, mau rapih, mau adem mau berantakan, ya.. terserah pemilik rumah

Terinspirasi dari acara PROVOKASI oleh Bang Prasetya M Brata di Smart FM kamis y.l.

dari ungkapan yang merupakan pavouritenya bang pras, dan juga pavourite nya saya juga sbb:

Pikiran seperti rumah. Ia ditata sendiri oleh pemiliknya. Jika hidup seseorang dingin dan hampa, ia tidak bisa menyalahkan siapapun kecuali dirinya sendiri (Louis L'Amour)


Sepertihalnya kita memiliki sebuah rumah, maka kita berhak untuk mengatur isi rumah itu dengan sesuka hati kita.
Kita bisa buat rumah kita menjadi rapi, tertata dengan baik, atau sebaliknya, berantakan, kotor, kumuh.
Atau juga kita bisa buat rumah kita menjadi rumah yang hampa, dingin atau bisa juga berisi penuh seperti gudang, panas dll.
Karena kita yang memiliki rumah, maka kita lah yang menatanya.

Pun demikian dengan fikiran kita sendiri. Kita sendirilah yang membuat fikiran kita menjadi ruwet, sesak, sumpek atau hampa bak tak berisi.

Jadi, ketika anda merasa gelisah, atau merasa hampa tak berisi, tidak ada gunanya kita menyalahkan orang lain atau pihak lain.


Tidak akan berguna ketika kita mencari kesalahan pada orang lain


Tidak akan berguna ketika kita melampiaskan kemarahan dll kepada orang lain, kepada bawahan kita, kepada atasan kita, atau kepada istri dan anak kita.


Karena seungguhnya, Kita sendiri lah yang mengatur FIKIRAN sehingga menjadi demikian.

Contoh, mungkin ini pernah terjadi dalam kehidupan kita. Pada suatu hari anda melakukan kesalahan di kantor. Ketika anda menyadari akan kesalahan itu, tiba-tiba anda mendapatkan email dari atasan anda yang meminta anda menjelaskan kesalahan tersebut berikut alasan, kronologis sampai kepada solusinya esok pagi di ruangan atasan anda. Anda merupakan seorang karyawan teladan yang  sering mendapatkan pujian dari rekan-rekan kantor. Keadaan ini ternyata telah membuat fikiran anda gusar, takut, malu. Sesampainya dirumah, anda menjadi sedikit stress. Anda menceritakan hal ini kepada istri. Dari istripun ternyata anda mendapatkan dukungan untuk berusaha mengarahkan kesalahan kepada rekan lainnya yang terlibat. Tetapi karena hati nurani anda tidak bisa menerima ini, maka terjadilah kegelisahan yang dahsyat sampai anda tidak bisa tidur.  Esok harinya, setengah jam sebelum bertemu dengan atasan anda, anda menjadi pucat, keringat dingin muncul, malu bercampur takut. Dalam bayangan anda, atasan anda kan mengata-ngatain anda segala macam.
Pada saatnya tiba, atasan anda membuka pembicaraan, "Bagaimana keadaanmu? sehat? Saya sudah mendengar dan mengobservasi kesalahan tersebut, dan dari kami, management mengakui bahwa kesalahan itu adalah hal yang sering terjadi, di sini dan karena sering terjadinya kesalahan ini sudah menjadi concern perusahaan untuk mencari solusi tingkat tinggi. Untuk itu, management meminta saudara untuk menjadi team solusi atas persoalan yang sering timbul ini, yang tentu akan ada incentive buat saudara jika ada berhasil membuat terobosan solusi yang terbukti ampuh, bagaimana? apakah saudara menerima tawaran ini?

Dengan adanya ini, saya yakin, keringat dingin anda dan kegelisahan anda akan hilang seketika karena telah mendapatkan keterangan dari atasan tersebut yang tidak terduga ini.
Ini merupakan contoh ilustrasi yang mungkin juga bisa terjadi di kenyataan.

Jadi, kegelisahan, penuduhan kepada rekan sejawat, ketakutan yang membuat anda sulit tidur, keringat dingin karena telah terbayang omongan atasan, ternyata semua itu sia-sia dan menguap dalam hitungan detik, ketika anda mendapatkan tanggapan dari atasan anda.

kegelisahan dll yang ada pada diri kita sesungguhnya adalah CIPTAAN dan KREASI kita dalam fikiran sendiri seperti halnya kita menata rumah kita sendiri.
ketika kita bisa mengisi fikiran kita oleh hal-hal yang bermanfaat, segala hal yang tumbuh dalam fikiran yang akan dilanjutkan kepada ucapan dan tindakan kita, pasti yang mengarah kepada sesuatu yang bermanfaat. Begitu pun sebaliknya

terima kasih telah membaca artikel saya,
saya dede dari fai-kao.com