Mengetahui akar masalah sejak dini adalah rahmat pertama terbesar

oleh Dede meki mekiyanto

Dalam kehidupan, mungkin anda pernah merasakan beberapa kesulitan, ketidaktenangan, kemarahan, kekesalan, dll baik itu oleh sebab keadaan negara, keluarga, teman kantor, sahabar sendiri, partner dll. Dengan keadaan itu, anda mungking mudah sekali untuk mencari kesalahan dan kekurangan pihak lain.

Akan Tetapi kadang ada satu hal yang sering terlupakan jika itu terjadi menyelimuti anda, apakah itu..?
Yaitu satu pertanyaan yang perlu kita ucapkan kedalam diri kita, yaitu
pertama, "apa sih akar masalahnya sesungguhnya?"  Karena, silahkan untuk jujur pada diri sendiri, keseringan, kita mengganggap bahwa diri kita sedang memiliki masalah, akan tetapi justru kita sendiri tidak tahu akar masalahnya. Sehingga apa yang terjadi adalah, kita seperti orang yang tidak bisa berfikir lebih jernih lagi, bahkan dengan mudahnya keluar ekspresi-ekspresi diri seperti melamun, merengut, bahkan mengeluarkan kata-kata yang kasar, dan terlebih lagi yang berbahaya adalah mempertanyakan dan menyalahkan tindakan Tuhan.
Sebagai akibat lainnya yakni potensi diri yang dimiliki pun akan padam bak bara api disiram pasir.

Jadi, ketika kita berada dalam keadaan seperti itu, cobalah untuk bertanya.. "apa sih akar masalahnya.." "dengan keadaan begini, bagaimana caranya agar tujuan dan goal kita tetap tercapai?"

Contoh dalam sejarah, Bapak Cacuk Sudaryanto (Alm), ketika beliau diberhentikan dari jabatannya sbg dirut telkom secara mendadak oleh pemerintah, pak Cacuk berusaha untuk mencari tahu alasan pemberhentian beliau yang serta merta itu. Pak Susilo Sudarman, yang waktu itu Menparpostel yang sebelumnya sering berkomunikasi bahkan akrab dengan pak Cacuk, mendadak tidak bisa lagi berhubungan, tidak bisa bertemu, tidak bisa berkomunikasi, lebih-lebih lagi dengan kepala negara waktu itu.
Selang berapa lama, pak Cacuk masih belum mendapatkan jawaban atas alasan peristiwa itu, yang pada akhirnya, dia mengurung diri di rumah, mengerjakan segala hal di rumah, pekerjaan managerial dll dilakukan di rumah. Sehingga seorang Pak Cacuk yang memiliki kemampuan managerial yang terbukti berhasil di beberapa tempat, tidak menonjol lagi ke permukaan oleh sebab beliau mengurung diri memilikirkan pencarian alasan kenapa beliau diberhentikan.
Pada suatu waktu, ketika ada acara pertemuan di ICMI (ikatan cendekiawan muslim indonesia), pak Cacuk seolah ditegur oleh pendiri ICMI, Pak Habibie dengan mengatakan (kurang lebih) bahwa pak Cacuk sepertinya "PERLU UNTUK BERTAPA". Ucapan dari sang senior tersebut, fikiran pak Cacuk langsung 'menyala' sebagai isyarat diperlukan mengambil waktu untuk kuliah lagi. Kemudian beliau kontak anaknya yang di Amerika dan minta dicarikan sekolah dan jurusan yang cocok.  Dan pada akhirnya, Setelah menjalani perkuliahan di Amerika, dalam perkuliahan itu lah pak Cacuk bisa mendapatkan JAwabannya, dimana jawabannya (kalau ga salah) bahwa alasan pemberhentian beliau tidak perlu dipertanyakan lagi karena ada kekuasaan yang tidak perlu pak Cacuk tahu. Kalau bahasa Singkatnya mah, Pak cacuk Belajar Ikhlas. Setelah pak Cacuk mendapatkan Jawaban dari akar masalah itu, maka kemudian, beliau semangat lagi untuk membuka konsultan management di sebuah gedung di Rasuna said, dan akhirnya beliau ceria lagi dan semangat lagi, dan terbukti, Pemda DKI mendapatkan sentuhan management pak cacuk menjadi lebih baik, begitu pun Jawa timur.

Cerita pak Cacuk tersebut hanyalah sebuah contoh dari banyak contoh yang mungkin bisa kita simak. Dan bisa jadi, kita memiliki contoh-contoh peristiwa yang dialami kita di masa lalu yang bisa diselesaikan dengan cepat dan tepat oleh karena kita lebih tahu sejak dini akar masalahnya.

Jadi apapun masalah yang timbul dalam kehidupan kita, setelah kita mengetahui 'akar masalah sejak ini' maka, terima lah itu sebagai Rahmat pertama terbesar yang perlu disyukuri, karena penyelesaian yang akan dikerjakan lebih terarah, lebih fokus, dan lebih cepat.


Tidak sedikit penyelesaian persoalan berujung persoalan lain, itu karena, akar masalahnya tidak tepat sasaran.

"Mengetahui akar masalah sejak dini adalah rahmat pertama terbesar "


Mari kita belajar untuk menentukan akar masalah terlebih dahulu, kemudian satukan segala kekuatan dan potensi yang dimiliki, bersatulah, dan selesaikan dengan fokus.

terima kasih

saya, dede meki mekiyanto


Sometimes when we parted

Sometimes when we parted ways with our love ones, we feel sad beyond compare, but such test in life will make us strong and more matured to understand things and win the challenge. - Dony McGuire


Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Add image
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Images can be added to this post.

More information about formatting options

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
Image CAPTCHA
Copy the characters (respecting upper/lower case) from the image.