Celotehan....

Utamakan "ME" daripada "DI"

Beberapa orang, Karena dasar ingin "DI" (dimengerti, difahami, dihormati, dll) bukan "ME" (mengerti, memahami, menghormati, dll) yang biasanya timbul justru "TUNTUTAN" kepada orang lain. Saat orang lain memiliki alasan pada suatu saat tidak bisa mengerti keadaan kita, padahal saat itu kita ingin DImengerti, maka dari Tuntutan yang tidak tercapai itu, timbulah prasangka, kesal, dll. (kalau kata saya mah...)


Ada yang lebih berbahaya dari para pemimpin kita

Saya tidak begitu perduli dengan berbagai kasus dimana wakil rakyat atau pejabat atau siapapun yang 'ingin ikut' ngatur negara itu seneng porno lah, sering tidur saat rapat lah, sering ngobrol saat rapat, sering baca koran saat rapat, mainin Faceebook atau twiter atau Ipad atau apa saja meskipun sedang membicarakan masalah rakyat.

Janganlah 'keburukan' orang lain yang mungkin membuat kita marah, kesal, benci, menjadi alasan/dasar sehingga kita terjerumus kepada keburukan kita sendiri dalam bentuk lain, misal rasa benci kepada sesama. Karena penilaian Tuhan untuk kita, kelak atau sekarang, TIDAK akan ditanya 'ALASANNYA'. So... tetaplah menjadi orang baik.


Silahkan anda simak pintu Tol Lenteng Agung I,  saat masuk pintu tol sering sekali terjadi antrean yang sangat panjang.... hampir tiap hari jam sibuk.. bukan karena mobilnya banyak, dan bukan pula karena jalan tolnya padat, tapi karena Orang yang bayar TOL nya duitnya gede-gede aliah harus ada kembalian.....
Seinget saya zaman dulu, bayar tol harus uang pas, tidak pas silahkan urus sendiri ke bagian jasa marga...
Karena tidak konsisten ya.. begini lah.....
selamat menikmati perjalanan kisanak!


Jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia pada Februari 2010 mencapai 107,41juta orang (BPS). Jika tiap orangnya nyisihkan Rp. 500 alias Gopek sehari. Maka dalam waktu 1 th(365hr) akan terkumpul uang sebesar : Rp. 19,6TRILIUN..!!!!!!
Ga ada lagi sekolah-sekolah yang bakal Roboh toh..? kalau uang ini terkumpul dan dipakai dengan benar


Perut sendiri atau Perut Rakyat..?

Ustman bin Affan membeli mata air di atas tanah dari suku Ghifar sebesar 35.000 dirham kemudian mata air itu digunakan untuk ummat GRATIS
Saat ini Produsen air mineral membeli tanah untuk mendapatkan mata air untuk dikeruk dan DIJUAL ke umat untuk memperkaya Investornya
Ada Bedanya pemimpin dulu dan sekarang kan?


Bedanya Pemimpin Islam Dulu (Rasullallah, Umar, Ustman, Abdurahman bin Auf, dll) dalam hal HARTA dengan pemimpin zaman sekarang adalah:
Pemimpin Islam Dulu HARTA hanya sebagai "Alat" untuk tujuan memperkuat Ummat (iman, ekonomi dll)
Pemimpin sekarang umumnya sebagai TUJUAN bukan lagi sbg alat..

masukkan Gigi 1 saat lampu kuning menuju hijau

yang biasa bawa mobil, mari kita perintahkan diridan fikiran kita untuk:
- selalu persiapkan uang pas saat bayar tol, supaya tidak antre panjang di pintu masuk/keluar
- selalu sudah masukkan gigi 1 (u/ yg manual) ketika lampu sudah kuning menuju hijau, atau bilangan mundur sudah angka 2 dan siapkan lepas rem tangan
OKEH...?


Tidur yang membahagiakan

sebelum tidur, karena ada selang waktu masuk bawah sadar (yang kita tidak tahu situasinya) mari kita berhati-hati berfikir dan berucap, marilah kita berdoa untuk kebaikan kita semua, tumbuhkan rasa syukur dan bahagia... buang jauh-jauh keruwetan fikiran supaya tertutup peluang masuk bawah sadar....

menurut salah satu penganut konsep konspirasi, JIKA PENGUASA, PENGUSAHA, dan MEDIA berada di PIHAK yang SAMA atau Bahkan ORANG yang SAMA, Negara akan sulit mendapatkan KEDAMAIAN, kecuali Dengan Tangan Tuhan Yang Maha Rahman dan Rahim sehingga kita masih mendapatkan 'dosis' kecil kedamaian di satu sisi...


Selamat bertransaksi Pak HAKIM

Kepada para HAKIM, JAKSA, SAKSI dimanapun berada, jika anda semua sedang menjalankan tugasnya menegakkan KEBENARAN dan KEADILAN, maka KEPUTUSANmu saat itu adalah SAMA dengan ANDA sedang 'BERTRANSAKSI' dengan TUHAN anda untuk mendapatkan SYURGA atau NERAKA. Selamat bertransaksi..