Motivation
Nabi Musa as memiliki umat yang banyak dan umur mereka panjang-panjang. Mereka ada yang kaya dan miskin.
Suatu hari ada seorang yang miskin datang menghadap Nabi. Ia begitu miskinnya. Pakaiannya compang camping dan sangat lusuh berdebu. Si miskin itu kemudian berkata kepada Nabi Musa As, "Ya Nabiyullah, Kalamullah, tolong sampaikan kepada Allah SWT permohonanku ini agar Allah SWT menjadikan aku orang kaya."
Nabi Musa AS, terseyum dan berkata kepada oran itu, "Saudaraku, banyak-banyaklah kamu bersyukur kepada Allah SWT."
Si miskin itu agak terkejut dan KESAL, lalu is berkata, "Bagaimana aku mau banyak bersyukur, aku makan pun jarang, dan pakaian yang aku gunakan pun hanya satu lembar ini saja."
Akhirnya si miskin itu pulang tanpa mendapatkan apa yang diinginkannya.
Terkadang Tuhan memberikan hadiah berupa mutiara kepada hamba-Nya dengan dibungkus oleh pembungkus yang bernama 'kesulitan'.
Kesabaran, ketawakalan, serta keikhlasan Hamba-Nya lah yang mampu membuka bungkusan itu untuk mendapatkan mutiara di dalamnya
Oleh: Arvan Pradiansyah
Begitu memasuki mobil mewahnya, seorang direktur bertanya pada supir pribadinya, ''Bagaimana kira-kira cuaca hari ini?'' Si supir menjawab, ''Cuaca hari ini adalah cuaca yang saya sukai'' Merasa penasaran dengan jawaban tersebut, direktur ini bertanya lagi, ''Bagaimana kamu bisa begitu yakin?''
Supirnya menjawab, ''Begini, pak, saya sudah belajar bahwa saya tak selalu mendapatkan apa yang saya sukai, karena itu saya selalu menyukai apapun yang saya dapatkan.''
Jawaban singkat tadi merupakan wujud perasaan syukur. Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tenteram, dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia. Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur. Pertama, kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki. Katakanlah Anda sudah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang baik. Tapi Anda masih merasa kurang.
Ungkapan baru: "Krisis di indonesia yang terjadi sesungguhnya adalah buatan kita sendiri, percaya..?
Seorang teman 'nyeletuk' sederhana tapi menurut saya tepat, bahwa
Krisis di Indonesia yang terjadi sesungguhnya adalah buatan kita sendiri.
Mari kita lihat beberapa hal penting yang terjadi.
Terinspirasi dari acara PROVOKASI oleh Bang Prasetya M Brata di Smart FM kamis y.l.
dari ungkapan yang merupakan pavouritenya bang pras, dan juga pavourite nya saya juga sbb:
Pikiran seperti rumah. Ia ditata sendiri oleh pemiliknya. Jika hidup seseorang dingin dan hampa, ia tidak bisa menyalahkan siapapun kecuali dirinya sendiri (Louis L'Amour)
Sepertihalnya kita memiliki sebuah rumah, maka kita berhak untuk mengatur isi rumah itu dengan sesuka hati kita.
Kita bisa buat rumah kita menjadi rapi, tertata dengan baik, atau sebaliknya, berantakan, kotor, kumuh.
Atau juga kita bisa buat rumah kita menjadi rumah yang hampa, dingin atau bisa juga berisi penuh seperti gudang, panas dll.
Karena kita yang memiliki rumah, maka kita lah yang menatanya.
oleh: dede meki mekiyanto
Dari sebuah Ilustrasi yang tumbuh dalam fikiran........
Suatu pagi jam 7.30 pagi, Seorang pemuda berusia sekitar 27 tahun-an di stasiun Dukuh Jl. Sudirman Jakarta, turun dari sebuah kereta listrik ekonomi. Setelah itu dia menaiki Ojeg motor langganannya menuju ke gedung tinggi dimana dia bekerja sebagai Karyawan suatu perusahaan besar dan terkenal.
You HAVE Watch but DON'T HAVE time;
You HAVE House but DON't HAVE HOME;
You HAVE Money but DON't HAVE Price;
You HAVE wife But Don't Have SOULMATE;
You HAVE Staffs But DOn't Have PArtners;
“Kalau nasi sudah jadi Bubur, maka bergegaslah untuk cakwe, kecap, mungkin sambel, dan bumbu penyedap lainnya agar bubur itu bisa dinikmati sebaik mungkin dan bisa bermanfaat bagi orang lain …. (Aa Gym)”
Dalam persaingan untuk mendapatkan kedudukan, misal anggoda dewan (DPR/DPRD/MPR), presiden, menteri, pns, pejabat dll, terdapat ungkapan untuk yang kalah dan yang menang untuk direnungi yakni: "Si kalah harus buru-buru berdamai dengan kenyataan, Si menang harus segera bersiap menyambut keadaan. Tugas si kalah usai sudah dan Tugas Simenang baru hendak di buka, Jadi sebetulnya inikah kemenangan si kalah atau kekalahan si menang..?"
Rata-rata orang, Mungkin SAMA-sama pernah mengalami hinaan, cacian, fitnah, siksaan, cobaan, mati lampu, untung, rugi, cukup, kurang, mendadak kaya, mendadak miskin dll, Dan yang membedakan diantara mereka adalah RESPON-nya terhadapnya. Dan dari respon itulah akan muncul berbagai jenis manusia...
salam//Dede
Pikiran seperti rumah. Ia ditata sendiri oleh pemiliknya. Jika hidup seseorang dingin dan hampa, ia tidak bisa menyalahkan siapapun kecuali dirinya sendiri(Louis L'Amour)
Ada alasan, mengapa ada sesorang yang meskipun lulusan setingka SD/SMP/SMA, bisa mencapai kesuksesan dan berhasil menjadi orang yang financial freedom lebih cepat dan mengalahkan rekan-rekannya yang lulusan sarjana atau lebih.... Yaitu, alam hidupnya dia lebih banyak melakukan PENGGUNAAN KEKUATANNYA yang ada dari pada yang lain.... yang lain mungkin hanya bisa ber'wacana' dan berwacana tiada henti....
(d2mq)
Oleh: Dede Meki Mekiyanto Dari sekian banyak contoh untuk berfikir positif dan perasaan positif, baik yang diajarkan dari Barat mapun dari Agama, telah terbukti bisa membantu dan mendorong kebahagiaan. Ada suatu kisah nyata, yang diberitahukan oleh seorang kawan tentang seorang temannya di kampung di salah satu kota di Jawa Timur. Sebut saja teman dari seorang kawan saya bernama Tono (nama samaran). Si Tono sedang mengendarai motornya di jalur kiri dimana pada waktu itu ada sebuah mobil yang sedang melaju dengan kecepatan normal.






