Pantaskanlah diri kita untuk mendapatkan apa yang kita inginkan

Seri I : ‘WAKTU yang TEPAT’
Oleh dede meki mekiyanto

“Dan pada sisi Alloh-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz).” QS. Al-An’am ; 59

Waktu


Waktu merupakan salah satu komponen dalam perjalanan hidup kita di muka bumi ini. Seperti salah satu pepatah mengatakan ‘you have watch but you don’t have time’.
Mari kita cek dan renungkan, berapa banyak masalah yang dihadapi menjadi lebih pusing dan terasa lebih berat ketika masalah itu datang dengan pada saat tidak tepat waktunya, atau ketika kita diburu-buru beberapa hal pendukung pekerjaan kita tidak tepat datang solusinya, juga pas ketika kita memerlukan uang atau pertolongan yang sangat penting dari pihak lain (karena ketidakmampuan kita saat itu), uang dan pihak tersebut pada saat itu tidak bisa memenuhinya.

Berarti bukankah hal yang namanya ‘WAKTU’ itu sangat berharga bagi kita?? Tepatnya ‘Waktu yang TEPAT lebih berharga dari apapun’. Termasuk kita meninggal pada saat ‘WAKTU YANG TEPAT’ ketika kita telah dan sedang bertobat.

So… apa yang kita inginkan..? yang kita inginkan berkaitan dengan ‘TEPAT WAKTU’ ini adalah, kita ingin selalu terlayani oleh ‘WAKTU’ yang selalu ‘TEPAT” datang kepada kita ‘TEPAT’ pada saat kita memerlukannya.

Berkenaan dengan ‘WAKTU’ ini, Sebagaimana tersirat dalam Al-Qur’an di atas, bahwa segala hal yang kita tidak ketahui, termasuk apa yang akan terjadi di depan waktu hidup kita, semuanya ada dalam genggaman Allah azza wa jalla.

Nah, mari kita tinjau sisi lain yang paling dalam pada diri kita sendiri yaitu ‘kepantasan kita selalu memperoleh keinginan untuk selalu mendapatkan waktu yang Tepat, yaitu dengan berusaha dengan cara :

‘Pantaskanlah diri kita untuk mendapatkan waktu yang tepat dari setiap detik apa yang kita perlukan’

lantas, bagaimana cara mendapatkan kepantasan itu?
Mari kita urut dengan pertanyaan berikut:

Siapa yang Maha memiliki Waktu? Jawab : Allah SWT
Seberapa seringkah kita memperhatikan waktu yang TEPAT untuk menghadap kepada-Nya? Jawab: ……
Atau seberapa Sering kita mengabaikan atau melalaikan Hak-Waktu-Nya untuk kita datang? Jawab:……..


Nah marilah kita sempurnakan ungkapan kepantasan di atas dengan membuat pernyataan sekaligus perintah pada diri sendiri dengan kalimat :

“Pantaskanlah diri kita untuk mendapatkan waktu yang tepat dari setiap detik apa yang kita inginkan, dengan cara Menjaga Hak Waktu Untuk Tuhan sang Maha Pemilik Waktu itu sendiri”

 

misal…. (*)Shalat lima waktu telah ditentukan waktunya bagi orang-orang yang beriman, maka Waktu yang telah ditentukan itu adalah cerminan ada Hak Allah untuk segera diwujudkan saat itu. So, Marilah kita mejaga waktu shalat untuk selalu tepat waktu.
Sehingga dengan demikian, dengan penuh keyakinan kita akan selalu percaya bahwa, jika kita telah berhasil selalu menjaga Hak Allah untuk dilakukan pada saat yang TEPAT Waktu, berati kita TELAH PANTAS untuk mendapatkan waktu dari setiap detik yang berjalan yang kita inginkan, dan Biarkanlah Allah sang Maha pemilik waktu menempatkan kita sebagai Hamba-Nya untuk selalu mendapat pertolongan-Nya dari jalan dan waktu yang tidak disangka-sangka.

Dengan penuh keimanan, dan kekuatan keyakinan akan kuasa-Nya Allah, hadapkan wajah kita kepadanya dengan berkata..”

‘Wahai Allah Yang Maha pemilik dan pengatur waktu, Turunkanlah selalu pertolongan-Mu untukku, pada saat setiap waktu aku memerlukan pertolongan-Mu, aku yakin aku pantas mendapatkannya, karena aku selalu menjaga waktu untuk-Mu’


Smoga tulisan ini bermanfaat dan selalu mengingatkan saya pribadi khususnya
Mohon ma’af jika ada tulisan yang kurang berkenan.


Wassalam
Dede
dedemeki@centrin.net.id

(*) “…sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (Qs. An-Nisa’: 103)

(*)“Barangsiapa yang mampu menjaganya, maka baginya cahaya penerang dan keselamatan pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang tidak menjaganya, maka dia tidak akan mendapat cahaya penerang dan keselamatan pada hari kiamat, ia akan bersama Qarun, Fir’aun, Haman, dan Ubai bin Khalaf.” (Imam Mundziri berkata, “HR. Ahmad dengan sanad yang bagus”)


It would be very hard for

It would be very hard for the first time. But as time passes by the person will learn to adopt to it. - Bobby Price


Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Add image
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Images can be added to this post.

More information about formatting options

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
Image CAPTCHA
Copy the characters (respecting upper/lower case) from the image.