Peduli dengan kepentingan orang lain

Oleh: Prasety M. Brata (Mind provocateur)

Prof. Jalaludin Rachmat yang akrab disapa Kang Jalal, beberapa tahun lalu pernah bercerita. Ada Suatu penelitian terhadap ciri-ciri suatu bangsa. Ada yang gentlement (Inggris), menghargai waktu (Jerman), disiplin (Jepang, kalau tidak salah) dan seterusnya. tiba gilirian Indonesia, ciri yang menonjol adalah inconsiderate, artinya tidak peduli terhadap kepentingan orang lain. Lho kok jauh terbalik dengan doktrin para guru, orang tua, teman, dan panatar P4 sewaktu saya masih sekolah?
Katanya bangsa Indonesia adalah bangsa yang ramah, santun dan gotong royong, dan suka menolong?
Saya lantas mencari pembenaran atas hasil penelitian itu. Ooooo… pantes. Perilaku orang-orang Indonesia di sekeliling saya saat ini memang mendukung hasil penelitian itu. Agar tidak menjadi bagian dari cap inconsiderate, saya memutuskan untuk memberi ‘perintah’ kepada diri saya sendiri seperti ini:

  • di resepsi perkawinan, tetaplah antre di jalurnya untuk mengucapkan selamat dan mengambil makanan, tidak menyerobot dari barisan orang tengah, supaya tidak mendholimi orang-orang yang sudah antri duluan
  • Kalau makan bersama, lihat-lihat jumlah yang hadir. Ambil lauk kira-kira supaya yang lain kebagian
  • Saat berkendara di jalan, antre dengan rapi, tidak menyerobot dari jalur kiri/badan jalan yang bikin tambah macet, supaya tidak mencuri hak ’tetangga’ yang antri duluan.
  • Pakai jalur yang diperuntukkan, biarpun macet tidak masuk jalur busway yang sudah aktif
  • Kalau mengemudikan mobil dengan lambat, ambil jalur kiri (tidak berjalan di jalur kanan, supaya tidak mendholimi ‘tetangga’ yang ingin lebih cepat.
  • Kalau mengemudi di jalan sempit, kecepatan kendaraan ikut arus, tidak melambat sendiri (keculai banyak anak-anak dan pejalan kaki), kasih yang di belakang, apalagi sambil SMS-an.
  • Parkir mobil selalu di dalam liner/marka (tidak ‘mengangkang’ sehingga dua space parkir dimakan sendiri, kasihan kalau ada ‘tetangga’ yang butuh parkir)
  • Berhenti di lampu merah di belakang marka. Masak mengandalakan kebisingan klakson mobil di belakang.
  • Siaga waktu lampu sudah berganti dari merah ke kuning mau ke hijau. Itu berarti sudah siap memasukkan gigi presneling ke gigi 1, tidak tunggu diklakson mobil belakang.
  • Irit klakson. Lihat-lihat situasi apakah sudah cukup kuat menjadi alasan menekan klakson. Jangan karena mobil depan berhenti langsung diklakson, padahal dia memberi kesempatan pejalan kaki lewat.
  • Kalau naik motor, kalau ada mobil atau orang lain minta jalan, minta jalan dengan cara menekan rem sedikit. Lumayan, beramal secara murah
  • Kalau naik motor dan hujan, pakailah ponco/jas hujan segera. Jangan parkir motor di jalan di bawah jembatan sehingga hanya menyisakan ruang sempit untuk mobil-mobil lewat
  •  Kalau ada kecelakaan, ikut menolong. Kalau tidak mau atau tidak bisa menolong, tetap jalan saja, jangan berhenti menonton supaya jalanan tetap lancar.
  • Seandainya saya merokok (untung saya bukan perokok), saya akan merokok di tempat yang disediakan (tempat khusus merokok) supaya tidak mendholimi mereka yang ada di ruang kerja, restoran, ruang AC lain dan kendaraan umum.
  • Membuang sampah di tempat sampah, bukan di jalan, di halaman, atau di pot tanaman.
  • Membuang tissue, pembalut, puntung rokok di tempat sampah, bukan di urinoir/toilet, supaya tetap lancar dan awet klosetnya
  • Membuang air besar di kloset duduk ya posisinya duduk, tidak jongkok supaya tetangga setelah kita mendapatkan dudukan yang tetap bersih.
  • Karena saya pria, kalau mau kencing, dudukan WC/kloset diangkat dulu, supaya tidak mewariskan tempat kotor/najis kepada ‘tetangga’ sesudah saya yang mau memakai kloset tadi.
  • Kalau kencing, pup, atau buang ingus, ya disiram sampai tuntas.
  • Waktu berkendara, jika ingin berhenti atau parkir di pinggir jalan, lihat-lihat sekeliling dulu, jangan sampai posisi kendaraan saya membuat macet jalan dan mandholimi banyak orang
  • Mematikan atau menggetarkan nada ponsel waktu rapat, nonton, seminar, ibadah, takziah, supaya tidak menganggu tetangga dengan polusi udara.
  • Kalau sedang menghadiri rapat, ikuti pembicaraan dengan penuh perhatian, tidak bicara sendiri berbisik-bisik dengan tetangga sebelah.
  • Kalau mau nyetel kaset ayat-ayat suci al-quran di Langgar atau musholla, lihat-lihat waktu. Jangan setel jam 3 pagi dengan volume speaker dipasang pol. Ingat nasib tidur mereka yang sakit atau non-muslim.
  • Wudhu di tempat wudhu, bukan di wastafel, apalagi lantainya sampai banjir. Jalaupun kepepet ya seminim mungkin arinya ngepret sana-sini.
  • Jemur pakaian di pekarangan sendiri, tidak ditembok tetangga, apabila yang dijemur adalah pakaian dalam dan keset.
  • Seandainya saya jadi pelayan masyarakat di instansi publik, jika perlu masyarakat ingin mengurus sesuatu tidak perlu menunggu lama, apalagi sampai keluar uang pelicin atau penyogok.
  •  Kalau saya pembuat sinetron, buatlah sinetron yang memintarkan, mencerdaskan, membijaksanakan, bukan menyugesti pemirsa jadi berani melawan orang tua, dengki, menjahati teman/saudara/handai taulan, jatih cinta atau malah takut dukun, memuja setan, takut hantu, lemah mental, malas, pesimis, hamil sebelum nikah. Semua dengan alasan :Supaya pemirsa tidak seperti itu (padahal fikiran bawah ala sadar tidak mengenal kata “tidak”, “jangan”,”Bukan” apa yang “di-tidak-dan-jangan-kan malah terbayang dalam fikiran)
  • Periksa ketiak sendiri dan pakailah deodoran


Mau ikut menambahkan daftar perintah..?
_______________________________________________________
Judul : PROVOKASI, Menyiasati Pikiran Meraih Keberuntungan
Penulis : Prasetya M. Brata
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun buku : 2008
Tebal buku : 246 halaman
Cetakan I : 23 April 2008
Cetakan II : 10 Agustus 2008

Untuk baca artikel/judul lain silahkan beli bukunya ya..
Bisa membantu pola fikir kita agar bermanfaat.
atau lihat di blognya untuk artikel yang up-to-date di : provokasi-prass.blogspot. com

___________________________________________________________

 

 


Contoh aktual. Ada seorang

Contoh aktual. Ada seorang temen bercerita, tanggal 29 september 2009 sekitar setelah magrib, ketika dia dalam perjalanan ke arah depok mau sekolah (bawa motor), kena hujan di pom bensin rawa bambu. Ternyata POM bensin tersebut telah diisi oleh para pengendara motor yang 'nebeng' berteduh dari hujan. Penuh sehingga yang yang akan ngisi BBM tidak bisa (bukan sulit lho ya) Kemudian ada Bis Angkutan umum Metromini mau ngisi solar, tetapi dia tidak bisa diisi karena penuh dengan motor yang diparkir disitu. Sang sopir mencoba mengklasonin supaya motor dipinggirkan dulu supaya dia bisa ngisi, tapi tidak ada yang ngegubris. Lalu sang kondektur marah, dia turun lalu teriak,(kurang lebih begini:) "kalau tidak mau dipinggirin, tabrak aja tabrak aja..." Tetapi apa yang terjadi, sang sopir dan kondektur malah mendapatkan perlawanan dari para pengendara motor yang memarkirkan motor yang bukan pada tempatnya itu. Karena sang kondektur menjadi takut, akhirnya mereka pergi saja, dari pada ngelawan para biker yang banyak itu.
Dari kisah nyata temen saya itu, sepertinya hasil survey itu ada benarnya ya.....
dari kejadian itu bisa saja terjadi efek beberapa hal. misal:
1. Sang metromini yang mau ngisi, bisa saja dia mogok dijalan kalau ga diisi
2. Pemilik pom, jelas kehilangan calon pembeli, yang tentu untuk ukuran bis, volume yang dia beli bisa jadi besar.
3. Beberapa calon pembeli mungkin akan mengurungkan niat beli BBM disana, habis dipenuhi sesak oleh yang tidak berkepentingan
4. dll.... dll....
Wahai para biker yang biasa seperti itu, apa ga lebih baik dan bermanfaat tuh jika sampeyan pakai jas hujan, lalu lanjutkan perjalanan daripada ngeganggu hak orang? Apakah anda tidak berfikir, jika dari sekian orang yang mau ngisi BBM disana dan sang metromini tadi TIDAK IKHLAS karena haknya dipakai oleh anda? barhati-hatilah kawan

mas yan


hehehehe... wahai para

hehehehe...

wahai para biker, bersatulah untuk berbuat lebih baik !!

bukan begitu Gan ?


Selain bikers, ada juga neh

Selain bikers, ada juga neh kelakuan orang kita: "Pengemudi X-Trail Pukul Petugas TransJ dengan Pistol" sumber: detikNews Jumat, 02/10/2009 16:11 WIB Jakarta - Berusaha menegakkan aturan, seorang petugas Transjakarta justru kena naas. Ia dipukul dengan pistol oleh pengemudi Nissan X-trail. Gara-garanya, si petugas melarang pengemudi X-Trail menyerobot jalur busway. Nasib buruk tersebut dialami oleh Melodi Tarigan saat mengatur lalu lintas busway di Koridor VI (Ragunan-Dukuhatas). Saat itu, sekitar pukul 18.00 WIB Kamis (1/10/2009) kemarin, Melodi sedang menghalau kendaraan pribadi yang mencoba menerobos jalur busway. Pada saat itulah melintas mobil Nissan X-Trail dengan nomor polisi B 1560 VB di depan Kantor Imigrasi, Jakarta Selatan. Pengendara mobil itu memaksa untuk masuk jalur busway. Melodi mencoba mengarahkan agar mobil itu tidak memasuki jalur khusus tersebut. Bukannya mengikuti arahan petugas, mobil itu malah berhenti. Lalu sopir X-Trail turun dari mobil dan menghampiri Melodi. Tanpa basa-basi, pemilik X-Trail itu langsung mengeluarkan pistol dan menghantamkan ke pelipis petugas. "Waktu itu anak buah saya sedang mengatur lalu lintas. Karena sangat macet, anak buah saya menutup jalur busway," kata Manajer Pengendalian Badan Layanan Umum (BLU) Bus Transjakarta, Gunarjo saat dihubungi wartawan, Jumat, (2/9/2009). Usai menghantam, pelaku langsung naik X-Trail dan kabur ke arah Ragunan. Kasus ini kini ditangani oleh Polsek Mampang Prapatan. "Arogan dia. Saya serahkan ke proses hukum. Apalagi ini kan instruksi gubernur. Masa diatur supaya tertib tidak mau?" pungkasnya. (nal/iy)
www. detiknews.com/read/2009/10/02/161124/1213932/10/pengemudi-x-trail-pukul-petugas-transj-dengan-pistol?991102605


memang betul sarana

memang betul sarana keamnanan dalam berkendaraan sangat penting
termsauk jas hujan


Tingling or in medical

Tingling or in medical science often called Parestesia is a sensation on certain body parts are not first preceded the stimulus from the outside.


The fruit does not fall far

The fruit does not fall far from the tree. Therefore let us not far from our parents, because our parents very meritorious.


If you repeatedly experience

If you repeatedly experience infections, it is recommended to consult a doctor to know the reasons and get well care there.
Apa Penyebab Kekebalan Tubuh Melamah


Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Add image
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Images can be added to this post.

More information about formatting options

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
Image CAPTCHA
Copy the characters (respecting upper/lower case) from the image.