Pantaskanlah diri kita untuk mendapatkan apa yang kita inginkan

Seri II : Memantaskan diri mendapatkan apa yang kita inginkan

Oleh Dede meki mekiyanto
 
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (Q.S Ibrahim 14:7)

Dalam hal kepemilikan dan perolehan harta, tentu kita memiliki keinginan untuk mendapatkan sesuai yang kita inginkan. Tapi kadang kita lupa atau khilaf dimana kita berfikir, berperilaku dan berlaku yang TIDAK MEMANTASKAN diri untuk mendapatkan apa yang kita inginkan.  Kita jujur, berarti kita pantas mendapatkan buah dari kejujuran, kita beryukur berarti kita memantaskan diri untuk mendapatkan yang lebih. Kisah ilusratif berikut semoga membuka fikiran kita untuk itu.

Alkisah seorang pekerja supir pribadi seorang pengusaha yang baik yang bertemapt tinggal agak jauh daru rumah sang majikan. Sang majikan memiliki sebuah motor bebek tahun 1987 warna merah putih. Sepeda motor yang terawat bak seperti motor keluaran terbaru. Singkat kata, untuk mempermudah accessibility sang supir ke rumah majikan dan juga pulangnya, sang majikan bermaksud MEMBERIkan motor kesayangannya itu kepada sang supir. Majikan berharap, sang supir bisa merawat motornya dnegan baik sebagaimana dia merawatnya. Ternyata pada kejadian itu, telah terjadi 2 dimensi berbeda diantara sang majikan dan sang supir. Sang majikan berencana, jika sang supir mampu menjaga dengan baik motor hasil pemberiannya selama 1.5tahun, maka majikan berencana mau MEMBERIkan motor baru. Dimensi lain, sang supir meski gembira mendapatkan motor, tetapi dia ngegerundel karena di kasih motor yang JADUL. Singkat cerita, setelah waktu berjalan, sang supir, karena merasa HANYA diberi motor JADUL, yang tidak sesuai dengan yang diharapkannya, akhirnya dia tidak mau merawat motor tersebut dengan baik, dengan PERSEPSInya, siapa tahu kalau cepet rusak biar diganti dengan yang baru. Setelah tiba waktunya 1.5tahun, motor bebek tersebut berubah menjadi motor yang tidak terurus, jelek, kotor, suranya berisik, berkebul karena mesin tida terawat. Kemudian sang majikan memberhatikan motor tersebut dengan sedih, dan dia berfikir, “bagaimana saya bisa yakin memberikan motor yang keluaran baru jika dia tidak mampu merawat yang telah aku berikan dengan penuh kasih sayang..?”  Dan di akhirnya, sang supir tidak jadi diberikan motor baru.
Alkisah ini, tidak terjadi percakapan kemudian hari, karena tentu sang majikan memiliki rencana sendiri, dan sang supir memiliki PENGATURAN sendiri yang ternyata tidak sesuai dengan rencana sang majikan.


Pembaca yang budiman, kisah di atas, mungkin bisa kita cerminkan dimana DIMENSI Allah memiliki rencana yang baik untuk kita dalam hal apapun, termasuk rezeki dan kemudahan. Dalam kisah itu, majikan adalah Yang Memberi dan sang Supir yang diberi. Dan jika kita refleksikan Pemberi dan yang Diberi, maka, sang Majikan itu adalah Tuhannya dan sang Supir adalah Hambanya
Dalam agama sudah jelas, hubungan antara sang khaliq dengan hamba, yang mana sang Khaliq memiliki hak mutlak untuk berkehendak terhadap Hamba-Nya. Yang menjadi persoalan adalah, kadang Hamba-hamba-Nya ini selalu saja memiliki PENGATURAN SENDIRI baik itu dalam fikiran maupun tindak tanduknya tidak menyelasarkan dengan apa yang telah digariskan dalam Agama.

Mari kita ambil hikmah dari kisah tersebut dengan mencoba menjabarakan beberapa hal yang mungkin memiliki kemiripan dengan peristiwa dalam kehidupan kita sehari-hari, misalnya,

Ketika kita mendapatkan pendapatan kecil, maka mari kita tetap bersyukur, dengan selalu bersyukur dan bahagia dihadapan Allah sang pemberi, semoga dengan sikap dan perilaku kita yang demikian, kita dipantaskan oleh sang Khaliq untuk mendapatan titipan pendapatan yang lebih besar, karena Beliau telah percaya kepada kita

Ketika kita memiliki mobil tahun 90-an, dengan rasa syukur kita rawat titipan-Nya itu dengan baik, dan biarlah sang Khaliq yang menilai Kita pantas untuk mendapatkan Mobil yang lebih bagus keluaran terbaru.

Ketika kita memiliki motor, dan kita berkeinginan memiliki mobil, kita selalu beryukur dengan cara menghormati orang yang memiliki Mobil di jalanan, saling menghormati di jalan raya, tidak suka menyerempet mobil orang dengan kasar dan kabur sehingga mobilnya tergores dan yang punya mobil tidak ikhlas kepada kita, semoga dengan menjaga sikap kita seperti itu, kita berharap agar Sang Khaliq bisa memantaskan diri kita untuk memiliki mobil.

Ketika kita menjadi bawahan, kita besyukur memiliki atasan yang selalu membimbing kita untuk menyelesaikan tugas-tugas kita, kita beryukur dengan menghormatinya, dengan harapan, semoga sang khaliq bisa memantaskan diri kita untuk menjadi pemimpin dan memiliki bawahan yang penurut.

Ketika kita mendapatkan uang Rp. 500.000 dadakan/tanpa disangka-sangka, kita bersyukur kepada yang Maha Pemberi dan berterima kasih kepada yang memberikan uang itu, serta kita bersyukur dengan cara menyisihkan sebagian uang itu untuk hamba-hamba Tuhan yang lain yang memerlukan. Semoga dengan sikap kita seperti itu, sang Maha pemberi bisa memantaskan diri kita untuk mendapatkan besaran yang lebih besar dari itu.


Dan seterusnya dan seterusnya… silahkan tambahkan..

Pembaca yang budiman, dimensi wacana seperti ini, jika kita mampu menerapkan dengan ikhlas dan konsisten, yakinlah bahwa Allah selalu menepati JanjiNya.

Wallahu ‘alam
Wassalam

Link Terkait : SERI I : WAKTU yang TEPAT


Buying a new car is a lot

Buying a new car is a lot expensive rather than choosing a healthy lifestyle. Why not choose to stay healthy first before anything else. - Bobby Price


Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Add image
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Images can be added to this post.

More information about formatting options

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
Image CAPTCHA
Copy the characters (respecting upper/lower case) from the image.