“Astapiloh“, kosa kata baru yang aneh yang bisa berbahaya..

Oleh dede meki
...Dan tiada henti-hentinya mereka selalu memerangi kalian sehingga kalian murtad dari agama kalian, jika mereka mampu..." (Al Baqarah [2]:217)

“Suatu waktu, ketika sedang chat di YM dengan seorang teman karena ada suatu kepentingan, dalam chatnya dengan dia, terdapat satu kata yang ditulis olehnya yaitu kata “astapiloh. Kemudian saya tanya, apa itu“astapiloh, dia menjawab “astapiloh itu kata yang disingkat dari kata Astagfirullah. (astagfirullah-dalam hati)
Meski saya bukanlah ahli agama, kata itu sangat mengagetkanku, apakah ini benar merupakan salah satu keberhasilan sebuah produk terselubung dari gerakan perang pemikiran (Ghozwul Fikri) kaum missionaris? Dan apakah hal-hal kecil ini pertanda produknya sudah mencapai pada tarap implementasi meski dari hal yang kecil?, yaitu dengan cara mempopulerkan ungkapan-ungkapan  baru yang lebih populer sebagai pengganti/penghilang ucapan dzikir yang diajarkan Al-Quran dan Sunnah?

Sebelumnya, teringat dari sebuah situs yang isinya lebih banyak menghina Islam, baik menghina Islam, Nabi Muhammad bahkan Allah SWT sendiri. Di dalam forum atau tulisan para member-nya itu, banyak yang menggunakan istilah-istilah dengan memelesetkan ucapan dzikir yang sesungguhnya dengan kata-kata buatan manusia, misal Allah SWT disingkat jadi Auwloh, Muhammad jadi momad dll. (Naudzubillah) Selain itu, melalui situs-situs lainnya termasuk situs jejaring sosial serta sms belakangan ini muncul banyak istilah baru yang awalnya mungkin bermaksud mempersingkat tulisan, misalnya astagfirullah menjadi astapiloh, astagfirullahaladzim menjadi astojim atau astapiloh alajim, Ya Allah menjadi OhMG (dibaca: oh em-ji) (artinya: oh my god) dll.

Simpulannya, cara-cara seperti ini adalah cara supaya orang lain dibuat lebih memilih menggunakan istilah baru itu daripada aslinya. Atau dengan kata lain, ucapan yang mengandung dzikir diganti dengan istilah baru yang dibuat-buat. Apa tujuannya? Perlahan-lahan, tanpa disadari, ucapan dzikir yang diajarkan agama yang justru berpahala itu akan hilang tergantikan dengan buatan manusia. Contoh, Nabi mengajarkan ummatnya untuk selalu berisitghfar (ucapan: Astagfirullah) sehari 100x sebagaimana yang beliau contohkan, nah, jika dikemudian hari ucapan dzikir istighfar itu berubah menjadi ‚astapiloh apa jadinya..? apa kata dunia?
Misal neh , anak-anak kita ketika sekolah, lalu ada pertanyaan dari gurunya, anak-anak, kalau misal kita minta ampunan dari Allah karena kita berkata salah, apa yang harus kita ucapkan? Lalu anak-anak menjawab, Astapiloh bu..!.... lantas apa yang terjadi nanti?

Dari sekian banyak produk hasil terselubung perang pemikiran yang berkembang, bisa jadi berhubungan juga dengan apa yang telah diucapkan oleh seorang missionaris Samuel zwemmer di tahun 1930-an dulu yang mengisyaratkan (yang intinya adalah) bahwa tugas utama seorang missionaris bukanlah lagi memaksa umat islam keluar dari agamanya, secara fisik, akan tetapi menjauhkan umat islam dari agamanya (Al-quran dan as-sunnah) sedemikian rupa sehingga ummat islam perlahan menjauh dari Tuhannya itu sudah merupakan langkah awal yang sangat baik untuk mencapai kemenangan mereka.


Mari kita check, berkaitan dengan contoh pemakaian kosakata baru tersebut di atas, pernahkah kita mencari tahu, siapa sesungguhnya pencetus pertama penggunaan istilah itu..? anda kenal? Atau anda mengikuti orang lain? Yang tentu orang lain juga ikut dari orang yang lain lagi kan? Dan begitu seterusnya, tidak mudah menemukannya.

Oleh karena itu,  mari kita menyadari, bahwa, Perang pemikiran (ghazwul fikri telah ada sejak zaman dahulu kala dan akan tetap ada karena mereka yang tidak menyukai islam, tidak mungkin lagi menggunakan perang secara fisik terhadap umat islam di muka bumi ini. Yang mereka bisa gunakan adalah melalui perang pemikiran ini mulai dari yang paling halus sampai yang paling keras.
...Dan tiada henti-hentinya mereka selalu memerangi kalian sehingga kalian murtad dari agama kalian, jika mereka mampu..." (Al Baqarah [2]:217)

Kutipan dari berbagai sumber, ghazwul fikri memiliki beberapa jenis yang di antaranya:

1. Perusakan Akhlaq
Dengan berbagai media musuh-musuh Islam melancarkan program-program yang bertujuan merusak akhlaq generasi muslim. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, sampai yang tua renta sekalipun. Di antara bentuk perusakan itu adalah lewat majalah-majalah, televisi, serta musik. Dalam media-media tersebut selalu saja disuguhkan penampilan tokoh-tokoh terkenal yang pola hidupnya jelas-jelas jauh dari nilai-nilai Islam. Mulai dari cara berpakaian, gaya hidup dan ucapan-ucapan yang mereka lontarkan. Dengan cara itu, mereka telah berhasil membuat idola-idola baru yang gaya hidupnya jauh dari adab Islam. Hasilnya betul-betul luar biasa, banyak generasi muda kita yang tergiur dan mengidolakan mereka. Na'udzubillahi min dzalik!

2. Perusakan Pola Pikir
Dengan memanfaatkan media-media tersebut di atas, mereka juga sengaja menyajikan berita yang tidak jelas kebenarannya, terutama yang berkenaan dengan kaum muslimin. Seringkali mereka memojokkan posisi kaum muslim tanpa alasan yang jelas. Mereka selalu memakai kata-kata; teroris, fundamentalis untuk mengatakan para pejuang kaum muslimin yang gigih mempertahankan kemerdekaan negeri mereka dari penguasaan penjajah yang zhalim dan melampui batas. Sementara itu di sisi lain mereka mendiamkan setiap aksi para perusak, penindas, serta penjajah yang sejalan dengan mereka seperti yang dilakukan oleh Pemerintahan israel dll. Apa-apa yang sampai kepada kaum muslimin di negeri-negeri lain adalah sesuatu yang benar-benar jauh dari realitas. Bahkan, sengaja diputarbalikkan dari kenyataan yang sesungguhnya.

3. Sekulerisasi Pendidikan
Hampir di seluruh negeri muslim telah berdiri model pendidikan sekolah yang lepas dari nilai-nilai keagamaan. Mereka sengaja memisahkan antara agama dengan ilmu pengetahuan di sekolah. Sehingga muncullah generasi-generasi terdidik yang jauh dari agamanya. Sekolah macam inilah yang mereka dirikan di bumi Islam pada masa penjajahan (imperialisme), untuk menghancurkan Islam dari dalam tubuhnya sendiri.

4. Pemurtadan
Ini adalah program yang paling jelas kita saksikan. Secara terang-terangan orang-orang non muslim menawarkan "bantuan" ekonomi; mulai dari bahan makanan, rumah, jabatan, sekolah, dan lain-lainnya untuk menggoyahkan iman orang-orang Islam.


Oleh karena ini, mari kita sama-sama untuk mawas diri dengan apa yang ada di sekeliling kita. Tingkatkanlah daya tahan kita terhadap arus informasi lebih-lebih lagi yang bakal masuk ke dalam otak generasi kita. Saya sangat setuju dengan apa yang diungkapkan oleh Cak Nun beberapa waktu yang lalu yang intinya, perbanyaklah baca buku, jangan mudah terpengaruh oleh media sebagai literatur.

Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga bermanfaat....

Wassalam

Dede
dedemeki@centrin.net.id
http://www.fai-kao.com


Be steady and well-ordered

Be steady and well-ordered in your life so that you can be fierce and original in your work. - Paramount Song


Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Add image
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Images can be added to this post.

More information about formatting options

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
Image CAPTCHA
Copy the characters (respecting upper/lower case) from the image.