Sisi yang sangat lain konflik Indonesia Malaysia

Jika kita sering bergaul dengan berita-berita saat ini di berbagai media, salah satu yang hangat belakangan ini adalah persoalan bilateral antara Indonesia dengan Malaysia. Berkaitan dengan pemberitaan di media kadang menurut saya beberapa segi kurang proporsional.

Berkaitan dengan ini, Saya teringat ketika salah satu direksi smart fm radio berdialog dengan Bpk Parni hadi di smart fm beberapa waktu lalu, disana keluar salah satu pendapat bahwa, jika media lebih mengedepankan ‘rating’ sebagai dewa, maka tidak menutup kemungkinan media bisa kebablasan dalam menampilkan berita. Yang penting rating dapet.

Berkaitan dengan persoalan hubungan bilateral antara Indonesia dengan Malaysia sekarang ini, yang sedang hangat dibicarakan orang, berbagai media berlomba mendapatkan peluang memuat berita yang beberapa kadang-kadang bisa mengarah provokatif (bagi sebagian pembaca, meskipun media tidak berniat dan memang tidak memprovokatif jika ditelaah). Misalnya saja, dalam sebuah media cetak edisi 1 september 2010, mengangkat judul MALAYSIA KOBARKAN PATRIOTISME. Dalam cover depan menampilkan tokoh Malaysia sedang berpidato semangat, ditambah dengan gambar mobil tank militer, dipadu dengan latar unsur  warna merah yang membuat kesan membakar suasana. Terlebih lagi dibagian bawahnya terdapat sajian jika senjata menjadi solusi dengan menampilkan perbandingan peta kekuatan militer beserta armadanya antara Indonesia dengan Malaysia. Mungkin bagi sebagian pembaca, itu hanyalah sajian yang menarik, tetapi mungkin bagi sebagian lainnya (yang jika tidak membaca dengan seksama) bisa jadi info tersebut ‘tertangkap’ dalam otaknya merupakan sesuatu hal yang bersifat provokatif. Padahal jika dibaca lengkap bisa jadi tidak mengandung itu.

Meskipun itu hanya salah satu yang saya tahu, disamping beberapa forum dunia maya yang sebagian cenderung provokatif, saya selaku manusia biasa sesungguhnya merasa miris dengan kondisi factual ini. Mengapa? Karena diakui ataupun tidak, yang namanya perpecahan atau bahkan peperangan, pasti ada pihak yang akan mengambil keuntungan di balik itu semua, baik itu sisi fisik, kekuatan aqidah (iman), ekonomi dll.

Saya yang bukan orang politik dan bukan pula ekonom, hanya seorang yang berusaha untuk belajar menjaga ‘dosis’ ukhuwal islamiyah. Karena mayoritas penduduk di Indonesia adalah muslim begitu juga dengan Malaysia saya sempat berfikir agak ‘ngawur’. Diantara fikiran ngawur saya diantaranya:

‘kalau perang terjadi, karena mayoritas penduduk di Indonesia adalah muslim bgitu juga dengan Malaysia, ketika berperang (missal ini mah..), terus waktu zhuhur dating. Kemudian ada instruksi, ‘mari kita gencatan senjata dulu untuk melaksanakan shalat dhuhur, nanti dilanjut’ kemudian kedua pasukan melaksanakan shalat masing-masing. Setelah melaksana shalat berdoa sama-sama memohon kekuatan baik iman maupun kekuatan fisik agar memenangkan peperangan. Lalu kemudian menyerang lagi dengan samangat bersorak, Allahu akbar!...’

Janggal juga ya…. Lalu si Iblis dan bala tentara syetannya tertawa aja kali ya….. lebih-lebih lagi syetan Abyadh yang jagonya bikin konspirasi….

Atau fikiran ngawur lagi, suatu ketika salah satu tentara dari pihak yang bertikai (dan beragama islam) melontarkan rudal, dan mengenai Masjid di pihak lain, sontak dalam diri sang tentara itu berkata… Astagfirullah… saya menghancurkan Rumah Allah neh… Astagfirullah.. Ampun ya Allah…

Wah…. Gimana neh..

Tentu yang tertawa adalah pihak yang tidak suka dengan islam, mungkin mereka  tertawa saja sambil berucap, ‘biar kagak ribut, mau menghancurkan tempat ibadah, gampangnya kayak gini neh  adu dombakan saja..... ha…ha…’

Ya… itulah beberapa fikiran ngawur saya andaikan provokasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab terjadi.

Na’udzubillah…..

Oleh karena itu, saya ingat dengan sebuah Firman Allah dalam Al quran surah Al maaidah ayat 8. "Janganlah kebencian kalian kepada suatu kaum, membuat kalian berbuat tidak adil. Bersikap adil-lah, sebab adil itu lebih dekat kepada taqwa”

Untuk kita, sebagai kaum warga Negara yang baik, marilah kita maksimalkan ikhtiar untuk tetap teguh berpendapat dan bersikap dengan adil.

Wallahu a’lam

Wassalam

Dede

 


MARI KITA MULAI DARI ASIA

MARI KITA MULAI DARI ASIA TENGGARA ----

allah berfirman dalam surat ali imran : 103 ;
"wai'tashimuu bihabli allaahi jamii'an walaa tafarraquu waudzkuruu ni'mata allaahi 'alaykum idz kuntum a'daa-an fa-allafa bayna quluubikum fa-ashbahtum bini'matihi ikhwaanan wakuntum 'alaa syafaa hufratin mina alnnaari fa-anqadzakum minhaa kadzaalika yubayyinu allaahu lakum aayaatihi la'allakum tahtaduuna

“And hold firmly to the rope of Allah all together and do not become divided. And remember the favor of Allah upon you - when you were enemies and He brought your hearts together and you became, by His favor, brothers. And you were on the edge of a pit of the Fire, and He saved you from it. Thus does Allah make clear to you His verses that you may be guided”

" Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni'mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni'mat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk".

Rasululloh SAW bersabda : “ orang mukmin satu dgn yg lain adalah seperti bangunan yg tersusun kokoh, yang mana sebagian menguatkan sebagian yang lain (HR.Al-Bukhari, Muslim dll


I hope and I pray that

I hope and I pray that things like this don't happen again. This really makes me sad, hearing about all these tragedies. - Dennis Wong YOR Health


Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Add image
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Images can be added to this post.

More information about formatting options

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
Image CAPTCHA
Copy the characters (respecting upper/lower case) from the image.