Buku : 'Tiada musibah tanpa hikmah'

Judul Buku : 'Tiada Musibah Tanpa Hikmah'
Pengarang : 'AN. Ubaedy'
Ukuran : 12x18cm, 130 Halaman
Tiada Musibah Tanpa Hikmah
AN. Ubaedy
Penerbit: Grafindo
130 hlm
Rp  25,000

Deskripsi:
Memaknai dan Menjadikan Musibah Sebagai Pintu Meraih Kesuksesan dan Keberkahan.

Tak ada seorang pun menginginkan tertimpa musibah. Tak juga seorang pun dapat menghindari musibah. Semua musibah memang pahit bagi manusia, tetapi khasiat musibah itu bagi manusia akan tergantung pada bagaimana manusia itu mengolah, menghayati dan meresponinya. Artinya hidup kita tidak ditentukan oleh musibah yang menimpa kita, tetapi akan ditentukan oleh apa yang akan kita lakukan terhadap musibah itu.
Dalam buku ini antara lain dikupas:
-perbedaan dan penjelasan musibah dan azab
-cara cerdas bangkit dari keterpurukan musibah
-merubah musibah menjadi kesuksesan dan keunggulan
-wahana pendidikan Tuhan dan pendidikan manusia
-menjadikan musibah seabgai stimulus untuk menggapai perubahan
-musibah pintu pencerahan batin dan pertebal iman
Dengan pemaparan yang khas, sederhana, mudah difahami dan dipraktekkan, buku kecil ini akan membantu kita memahami dan bangkit dari kegelapan dan kesuraman menghadapi kenyataan hidup menuju pencerahan dan optimisme masa depan lebih baik
(sumber: cover belakang buku Tiada musibah tanpa Hikmah)


Bagi saya, ada satu bagian yang mendasar yang merupakan sebuah jawaban atas pertanyaan umum adalah, Dalam menghadapi musibah Mengapa dalam setiap respon atau tindakan yang dipilih oleh tiap manusia berbeda, ada yang paling baik sampai paling liar sekalipun?  Jawaban pertanyaan ini, menurut saya dijabarkan dalam bagian 1 (satu) dengan sub tittle nya adalah ‘awasi tiga musuh bathin’.
Adapun ketiga musuh bathin yang berkaitan dengan mensikapi musibah adalah adalah:


1. MERASA TIDAK ADA YANG MEMILIKI
Merasa sendirian, merasa tidak ada yang memiliki bisa berakibat buruk yang antara lain adalah membuka ruang untuk setan untuk menyuruh kita putus asa, merasa tidak berdaya menghadapi kenyataan, merasa tidak ada penolong lagi dalam menghadapi hidup. Padahal sesuai dengan tuntunan al quran yang mana mengajarkan kita harus menyadari bahwa KITA INI MILIK atau DIMILIKI ALLAH SWT. (inna lillah)
Mari kita lihat sekeliling kita, ketika terdapat seseorang yang ditimpa musibah, dan ketika s musuh bathin ini hinggap, akan timbul tindakan-tindakan yang seperti orang yang tidak memiliki pegangan, karena memang dirinya merasa tidak ada yang memiliki.
Padahal dalam hadist Qudsi, Allah pun berfirman, “Aku selaras dengan sangkaan hamba-Ku terhadap Aku, dan Aku bersama dengan hamba-Ku ketika di mengingat Aku”.
Penawar musuh Bathin Pertama ini adalah, Sadarilah bahwa Ada Dzat Yang Memiliki Diri Kita seutuhnya, yaitu, Allah Azza Wa Jalla, titik.

2. MERASA SEBAGAI PEMILIK
Kalau ini justru terbalik dengan Penawar musuh bathin pertama, yakni, Merasa diri sebagai Pemilik segala hal, termausk MERASA sebagai PEMILIK TUHAN. Hal ini mengandung pengertian antara lain:
a)    kita MENOLAK kenyataan yang sudah terjadi
b)    kita MENYURUH TUHAN untuk mendatangkan kenyataan lain sesuai dengan kehendak kita saja.
c)    Dan jika TUHAN tidak mau ‘menaati’ apa yang kita suruh, kita menjadi marah atau ngamuk atau membuat penafsiran negatif tentang Tuhan.
Kapan biasanya seseorang dihinggapi musuh bathin ini? Pada umumnya, itu terjadi pada sebagian orang yang telah melalui masa pendidikan, masa sekolah, masa perjuangannya untuk mendapatkan jabatan atau strata sosial, sehingga pada saat menghadapi kenyataan hidup yang kadang brutal dan saling sikut, saling mengecewakan, sangat berbeda dengan teori yang pernah diajarkan. Singkatnya, dulu mungkin sesorang ketika sekolah atau pesantren, saat belajar tekun untuk mencapai cita-cita, dia adalah figur yang rajin, selalu menerima musibah di sekolah/pesantren dengan sabar, memiliki jiwa zuhud dll. Tetapi pas setelah keluar dari ‘tembok’ sekolah/pesantren tadi dan kenyataan telah menghantarkan dirinya menjadi sesorang yang berstrata sosial lebih tinggi, ketika menghadapi kenyataan yang kadang brutal dan mengecewakan bisa saja memiliki respon yang berbeda dengan waktu ketika masa berjuang sebelumnya.

Bentuk lain dari mesara sebagai pemilik Tuhan adalah, merasa diri paling baik dari orang lain, atau merasa diri bahwa tanpa orang lain atau tanpa Tuhan sekalipun, seseorang merasa mampu untuk menjalaninya sendiri. Padahal tentu yang diajarkan oleh Agama tidaklah demikian.

Penawar untuk musuh bathin kedua ini adalah, sering-seringlah untuk mengucapkan dzikir tasbih (subhaanallah), ‘masa suci Allah’ . Dengan bertasbih demikian, kita akan terhindar untuk melakukan penafsiran-penafsiran yang ‘nggak-nggak’ terhadap Allah. Dan dengan penuh kesadaran, makna dari bertasbih tersebut adalah, bahwa Allah terhindari dari segala kekurangan, baik itu ciptaan-Nya, Kehendak-Nya, Ketetapan-Nya. Dengan kata lain, yang Maha sempurna itu hanyalah Allah, termasuk didalamnya apa yang diberikan kepada kita, itu pasti Baik.

3) MENINGGALKAN/MENJAUHKAN DIRI
Nah.. jika sudah sampai pada taraf ini, berarti pengendalian oleh setan menjadi mudah bak bola yang dipermainkan anak-anak. Karena jika sudah meninggalkan tuhan dan menjauhkan diri dari Tuhan.
Pada taraf ini, segala perintah akan diabaikan dan segala larangan lebih mudah dilakukan.
Pada bagian ini, dalam buku juga dijelaskan lebih detil beberapa pendekatan setan yang secara umum masuk kepada diri manusia. Yaitu:

1. Adaptif, sesuai keadaan diri kita. Mereka sangat pandai menempatkan pasukan kepada setiap jenis manusia. Setan yang menggoda orang kaya akan berbeda dengan setan yang menggoda orang miskin.

2. Fleksibel, mereka sangat lihai dan pandai menggunakan banyak cara agar objek manusia bisa digelincirkan. Jika satu cara gagal, mereka ambil cara kedua, jika gagal lagi cara ketiga dan tidak pernah berhenti hingga berhasil digelincirkan. Dalam hal ke-flesibel-an setan menggoda manusia ini, menurut Pak Quraish, ada beberapa pintu untuk masuk setan, diantaranya:

  • Ambisi yang berlebihan, berprasangka buruk kepada Tuhan. Melahirkan budaya aji mumpung dan kikir. Pintu ini bisa ditutup dengan keyakinan akan kemurahan Ilahi.
  • Gemerlap Duniawi, pintu ini bisa ditutup dengan berjiwa zuhud dan menyadari bahwa kehidupan duniawi ini tidak konsisten. Seorang anak dikemudian hari akan mejadi tua, sebuah jabatan akan berakhir pada masanya, kecantikan akan pudar dengan sendirinya, kecapakan akan berakhir dengan sendirinya, dll
  • Merasa lebih baik dari orang lain.Pintu ini bisa ditutup dengan kesadaran bahwa penilaian tuhan ditetapkan dengan memperhatikan keadaan seseorang hingga akhir usianya. Bukan saat ini saja. Bukan masa yang lalu saja.
  • Memperkecil dosa dan kebaikan sehingga menghantarkan yang bersangkutan melakukan dosa kecil dengan alasan karena dosa kecil.
  • Riya’. Pintu ini bisa ditutup dengan kesadaran bahwa Allah TIDAK akan menerima sedikit pun amalan yang dicampuri pamrih/riya’

3.  Pendekatan setan yang ketiga adalah HALUS. Artinya sulit membedakannya. Misal enggan bersedekah ketika miskin, mau ke mesjid tapi sedang hujan gerimis, mau shalat subuh tepat waktu tidak bisa karena habis kerja capek kerja seharian dll.

Begitulah sebagian kecil isi dari buku yang menurut saya sangat mendasar sekali untuk bisa membuka banyak pintu yang sering tertutup sedemikian sehingga sinar kebaikan menjadi sulit untuk diterima.

Sebagaimana ditulis di awal, bahwa hidup kita tidak ditentukan oleh musibah yang menimpa kita, tetapi akan ditentukan oleh apa yang akan kita lakukan terhadap musibah itu. Dan ini berkesesuaian dengan firman Allah sbb:

„dan sesungguhnya kami benar-benar akan menguji kami agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar diantara kami agar kami menyatakan hal ihwalmu (QS. Muhammad ayat 3)

Untuk lengkapnya silahkan beli bukunya, insya Allah bukunya sangat baik untuk dijadikan pencerahan.
Dalam kesempatan ini, saya sampaikan terima kepada An. Ubaedy sebagai penulis, buknya sangat inspiratif dan membantu saya untuk menemukan akar masalahnya, yaitu yang sedikit saya tulis dan paparkan diatas.
Wallahu A’lam

Terima kasih

Dede
dedemeki@fai-kao.com


Управление

Управление персоналом управление инвестиционными проектами система управления.
Инвестиционные решения предприятия эффективность производства финансы.
Мотивация деятельности управление риском стратегии развития персонала.
Оперативное управление мотивация персонала эффективность труда.
Инновационные стратегии менеджмент менеджмент как наука.


I really appreciate you guys

I really appreciate you guys for sharing such information. This can really help us in our daily life. - Dennis Wong YOR Health


Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Add image
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Images can be added to this post.

More information about formatting options

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
Image CAPTCHA
Copy the characters (respecting upper/lower case) from the image.