Aristoteles : Di Pihak yang SALAH, Demokrasi bisa menjadi MUSIBAH

Tidak terasa kehidupan Demokrasi di Indonesia sudah berjalan sekian Lama, Dan kita tetap Harus selalu bersyukur dengan segala keadaan yang cukup membaik di beberapa segi.

Akan tetapi, yang 'KEBABLASAN' juga masih banyak yang semuanya berlabel "demokrasi", HAM, dll.

Teringat dari sebuah acara di Smart fm, kalau tidak salah dalam sebuah acara Negeri Sketsa, dimana didalamnya bercerita kisah ketika rapat merumuskan suatu masalah. Dan terdapat kelucuan dari kisah itu (karena memang acara humor) adalah, ketika seseorang mau interupsi tiba-tiba diinterupsi karena merasa interupsi yang dilakukan tidak dibicarakan dulu sebelumnya, katanya melanggar demokrasi. Interupsi yang diinterupsi dan diinterupsi lagi. ngak selesai-selesai... Ha...ha...ha..

Di akhir kalimat penutu yang saya ingat adalah ungkapan sbb:

Menurut Aristoteles, "Di Pihak yang SALAH, Demokrasi Bisa Menjadi MUSIBAH"

Buktinya......? silahkan pembaca nilai sendiri berbagai kejadian di Bangsa Ini yang berhubungan dengan pihak-pihak yang 'melabelkan' apapun dengan label "atas nama Demokrasi"

terima kasih

dede

 

 


Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Add image
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Images can be added to this post.

More information about formatting options

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
Image CAPTCHA
Copy the characters (respecting upper/lower case) from the image.