Jangan Menyerah, tetap Bersyukur

 

APAPUN YANG TERJADI PATUT DISYUKURI

(Fan Shi Gan Ji)

(dari kisa Motivasi Andrie Wongso)

Alkisah ada orang yang bijak berkata “Hidup ini indah, hidup ini begitu menakjubkan, akan tetapi kita manusia terlalu rewel dan penuh syarat, bahkan sebagian besar tidak benar-benar hidup, sehingga hidup menjadi terasa sulit, berat dan menyengsarakan”. Rasanya ungkapan itu mengandung kebenaran dan hampir sama dengan semangat kisah berikut ini.

Alkisah, di sebuah kerajaan, sang raja ,memiliki kegemaran berburu.

Suatu hari, ditemani penasehat dan pengawalnya raja pergi berburu ke hutan. Karena kurang hati-hati, terjadilah kecelakaan, jari kelingking raja terpotong oleh pisauyang sangat tajam. Raja bersedih dan meminta pendapat dari seorang penasihatnya.  Sang penasehat mencoba menghibur dengan kata-kata manis, tapi raja tetap sedih. Karena tidak tahu lagi apa yang mesti diucapkan untuk menghibur raja, akhirnya penasehat itu berkata: 'Baginda, FAN SHI GAN JI, apa pun yang terjadi patut disyukuri '. Mendengar ucapan penasehatnya itu sang raja langsung marah besar.  'Kurang ajar ! Kena musibah bukan dihibur tapi malah disuruh bersyukur...!'  Lalu raja memerintahkan pengawalnya untuk menghukum penasehat tadi dengan hukuman tiga tahun penjara.

Hari terus berganti.  Hilangnya jari kelingking ternyata tidak membuat raja menghentikannya berburu.  Suatu hari, raja bersama penasehatnyayang baru dan rombongan, berburu ke hutan yang jauh dari istana. Tidak terduga, saat berada di tengah hutan, raja dan penasehatnya (baru) tersesat dan terpisah dari rombongan.

Tiba-tiba, mereka dihadang oleh orang-orang suku primitif. Keduanya lalu ditangkap dan diarak untuk dijadikan korban persembahan kepada para dewa.

Sebelum dijadikan persembahan kepada para dewa, raja dan penasehatnya dimandikan.  Saat giliran raja yang dimandikan, ketahuan kalau salah satu jari kelingkingnya terpotong, yang diartikan sebagai tubuh yang cacat sehingga dianggap tidak layak untuk dijadikan persembahan kepada para dewa. Akhirnya, raja ditendang dan dibebaskan begitu saja oleh orang-orang primitif itu.

Dan penasehat barulah yang dijadikan persembahan kepada para dewa. Dengan susah payah. akhirnya raja berhasil keluar dari hutan dan kembali ke istana.

Setibanya diistana, raja langsung memerintahkan supaya penasehat yang dulu dijatuhinya hukuman penjara segera dibebaskan.  'Penasehat ku, aku berterimakasih kepada mu. Nasehatmu ternyata benar, apa punyang terjadi kita patut bersyukur. Karena jari kelingkingku yang terpotong waktu itu, hari ini aku bisa pulang dengan selamat. . . . '

Kemudian, raja menceritakan kisah perburuannya waktu itu secara lengkap. Setelah mendengar cerita sang raja, buru-buru si penasehat berlutut sambil berkata: 'Terima kasih baginda.Saya juga bersyukur baginda telah memenjarakan saya waktu itu. Karena jika tidak, mungkin sekarang ini, sayalahyang menjadi korban dipersembahkan kepada dewa oleh orang-orang primitif.'

Cerita di atas mengajarkan suatu nilai yang sangat mendasar, yaitu FAN SHI GAN JI apa pun yang terjadi, selalu bersyukur, saat kita dalam kondisi maju dan sukses, kita patut bersyukur, saat musibah datang pun kita tetap bersyukur.

Dalam proses kehidupan ini, memang tidak selalu bisa berjalan mulus sepertiyang kita harapkan. Kadang kita di hadapkan pada kenyataan hidup berupa kekhilafan, kegagalan, penipuan,fitnahan, penyakit, musibah, kebakaran, bencana alam, dan lain sebagainya. Manusia dengan segala kemajuan berpikir, teknologi, dan kemampuan antisipasinya, senantiasa berusaha mengantisipasi adanya potensi-potensi kegagalan, bahaya, atau musibah.

Namun kenyataannya, tidak semua aspek bisa kita kuasai. Ada wilayah 'X' yang keberadaan dan keberlangsungannya sama sekali di luar kendali manusia. Inilah wilatah Tuhan Yang Maha kuasa dengan segala misterinya. Sebagai makhluk berakal budi, wajar kita berusaha menghindarkan segala bentuk marabahaya. Tetapi jika marabahaya datang dan kita lagi mampu untuk mengubahnya, maka kita harus belajar dengan rasa syukur dan jiwayang besar untuk menerimanya. Dengan demikian

Salam


Upon arrival in the palace,

Upon arrival in the palace, the king immediately ordered that the counsel who first sentenced him once to prison immediately released. - Bobby Price


Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Add image
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Images can be added to this post.

More information about formatting options

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
Image CAPTCHA
Copy the characters (respecting upper/lower case) from the image.