"Punya Gambaran Besar Mesti, punya langkah kecil itu WAJIB"

Sebuah kasus di Toko Sepatu Macy's, yang mana seorang SALES MANAGER memiliki VISI yang BESAR untuk menggandakan penjualan sepatu perempuan di Bulan JUNI. Pada bulan itu akan diadakah diskon musim panas, tuturnya, dan jika dikombinasikan dengan sebuah dorongan besar dalam upselling. Kombinasi ini akan memberikan hasil yang besar. Sayangnya yang didapat tidaklah besar.

Tanggal 1 Juni tiba, dan para pegawainya 'berhenti' mendengarkan kisah-kisah pengunjung. Mereka berhenti bersikap sensitif kepada anggaran para pengunjung dan tidak memikirkan waktu mereka. Mereka malah 'memancing' kesempatan-kesempatan besar dengan menyarankan sepasang sepatu yang lebih mahal atau sepasang sepatu kedua yang bisa didapatkan dengan setengah harga atau aksesories yang sepadan. Di penghujung bulan, jumlah penjualan todal MENURUN sebanyak 8%.
Apa yang SALAH?!


Seorang Manager penjualan umumnya menyalahkan timnya karena eksekusi yang kurang baik. Tapi malah, Manager ini MENYALAHKAN DIRI SENDIRI. Apa yang seharusnya dia lakukan agar mendapatkan hasil yang berbeda?

Dia sadar bahwa OBSESI GAMBARAN BESARNY(VISInya) 'MERENGGUT FOKUS" Timnya dari tindakan-tindakan kecil yang bisa mewujudkan tujuannya. Ini sebuah kesalahan yang lazim. Untungnya, Manager ini mendapatkan kesempatan ke-2.
Beberapa Bulan kemudian, Macy's mengadakan obral labor day. Sang menager penjualan mengambil 'pendekatan' yang berbeda. Dia "melukis gambaran besar'nya yang SAMA - Menggandakan penjualan dari bulan sebelumnya- tetapi kali ini dua MENGGAMBARKAN gambaran-gambarak "KECIL" di dalam gambaran besar tersebut.


Dia meminta kepada para pegawainya untuk mencari setiap peluang untuk "MELAYANI" pengunjung toko mereka : antarkan mereka ke kamar kecil, gendong bayi mereka,parkirkan dorongan bayi yang dibawah kebalakang counter, pikirkan waktu mereka serta batas anggaran belanja mereka. Alih-alih berfokus kepada apa yang mereka jual, tiam penjualan harus berfokus kepada bagaimana cara membuat hari para pengunjung menjadi sedikit lebih baik, tidak perduli mereka membeli sepatu atau tidak.
Lalu.... Apa yang Terjadi?!
Penjualan total untuk Bulan September lebih tinggi 40% dibandingkan dengan Bulan Agustus. Memang tidak 2X lipat dari penjualan sebelumnya-sebuah tujuan yang sang manager sendiri akui cukup muluk-tetapi penjualan tersebut 50% lebih baik dari dibandingkan bulan juli. Perbedaanya adalah di DETAIL nya.
Gambaran Besarnya tidak berubah.
Fokus para tenaga penjual yang berubah. Alih-alih mencari penjualan besar, mereka mengejar cara-cara kecil yang berarti untuk membuat orang merasa sedikit lebih baik. Benig-benig yang kecil di tanam dengan penuh arti memberikan hasil yang lebih besar.
MENARIK?? :-)

Pada Zaman sekarang, gambaran besar yang lazim mungkin mendapatkan pengikut dalam jumlah besar. Walaupun gambaran besar memiliki nilai. Jika benak kita hanya berfokus pada 'imbalan yang besar', kita akan melewatkan kesempatan-kesempatan kecil yang dapat membuat perubahan besar.

Banyak langkah yang berada diantara apa yang kita tanam apa yang kita tuai. Kebanyakan adalah "Benih-benih kecil yang ditanam di momen-momen kecil setiap jarinya.

Salam sukses untuk kita semua


*Inspired from Dale Carnegie's Series


One has to take that ladder

One has to take that ladder of success. However, it takes too much time and effort. - Dr. Thomas Devlin


makasih dah sharing artikel

makasih dah sharing artikel nya, salam dari toko sepatu roda anak


Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Add image
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Images can be added to this post.

More information about formatting options

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
Image CAPTCHA
Copy the characters (respecting upper/lower case) from the image.