Penyebab Kemiskinan Bangsa Indonesia

Oleh: A. Walid

Bersyukur dan berbahagialah menjadi bangsa Indonesia. Bangsa yang oleh Allah Swt ditempatkan di negeri yang kaya raya. Tanah yang untuk semua jenis tanaman dapat tumbuh subur. Penuh dengan berbagai barang tambang. Kekayaan hutan yang luar biasa banyak. Laut yang luas dengan berbagai kandungan kekayaan bahari. Belum lagi keindahan alam yang baik untuk pengembangan dunia wisata. Mengingatkan firman Allah Swt:

”Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi, dan Kami adakan di muka bumi (sumber) penghidupan, amat sedikitlah kamu bersyukur,” (QS. Al-A’raf [7]: 10).

Muncul pertanyaan: mengapa bangsa yang berada di negeri kaya raya tersebut, hidup dalam kesulitan dan kemiskinan? Ada beberapa kata kunci untuk menjawab pertanyaan dan mengurai berbagai kejanggalan tersebut, di antaranya:

Pertama, Syukur. Amat sedikit dari bangsa ini yang mau bersyukur atas nikmat pemberian Allah Swt, sebagaimana tersebut dalam surah Al-A’raf ayat 10. karena tidak bersyukur, maka merasa tidak cukup dan serba kurang. Tidak bisa berterimakasih kepada Sang Pemberi, yakni Allah Swt. Menjadi manusia kufur nikmat, bukan syukur nikmat, mengingat firman Allah Swt:

”Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhanmu memaklumkan, ”Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih,” (QS. Ibrahim [14]:7).


Kedua, Amanah. Allah Swt menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi.

”Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: ”Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi” maka mereka (malaikat) berkata: ”Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Tuhan berfirman: ”Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui,” (QS. Al-Baqarah [2]:30).

Bangsa Indonesia ternyata tidak dengan baik dapat melaksanakan amanah Allah Swt sebagai khalifah di bumi. Seharusnya bertindak mamayu hayuning bawono, memelihara, menjaga kelestarian. Dan mengelola dengan baik kekayaan alam untuk kesejahteraan. Ajaran untuk banyak berbuat kebaikan sangat ditekankan oleh Islam. Bukan sebaliknya, berbuat kerusakan. ”.....Janganlah merajalela berbuat kerusakan di muka bumi....” (QS. Al-baqarah [2] : 60; Al-A’raaf [7]: 74; Asy-Syu’araa’ [26]: 183).

Ketiga, Berpaling.
Semakin banyak yang menjauh dari Allah Swt, berpaling dari peringatan-Nya. Padahal Allah Swt sudah memberi peringatan:

”Dan barang saiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunnya pada hari kiamat dalam keadaan buta,” (QS. Thaahaa [20]: 124).


Keempat, Korupsi. Perbuatan korupsi termasuk dilarang, mengacu firman Allah Swt:

”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu, dan janganlah kamu membunuh dirimu; Sesungguhnya Allah adalah maha Penyayang kepadamu,” (QS. An-Nisaa’ [4]: 29).


Berkaca pada kisah hancurnya raja Fir’aun beserta para pengikutnya dan bangsa Tsamud atas kuasa Allah Swt sebagaimana antara lain dikemukakan oleh Abdullah Muhammad bin Ahmad Al-Anshari Al-Qurthubi dalam kitab tafsirnya Jaamiul Ahkaamul Qur’an atas firman Allah Swt:

”Sudahkah datang kepadamu berita kaum-kaum penentang; (yaitu kaum) Fir’aun dan (kaum) Tsamud? Sesungguhnya orang-orang kafir selalu mendustakan. Padahal, Allah mengepung mereka dari belakang mereka (sehingga tidak seorangpun dari mereka yang dapat lolos),” (QS. Al-Buruuj [85]: 17-20).

Fir’aun beserta pengikutnya ditenggelamkan di laut, bangsa Tsamud musnah oleh bencana gempa bumi. Hal itu semua akibat perbuatan mereka.

Agar bangsa Indonesia tidak mengalami seperti bangsa Tsamud, para pemimpinnya tidak seperti nasib raja Fir’aun beserta pengikutnya, maka perlu kesadaran bersama, melakukan tobat nasional, segenap anak bangsa mau mengakui bahwa telah melakukan kesalahan bersama sebagai bangsa. Para pemimpin bangsa harus mulai dengan memberi contoh. Apabila hal itu yang dilakukan oleh bangsa ini, maka Allah Swt pasti tidak akan ingkar janji sesuai firman-Nya:

”Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu; maka Kami akan siksa mereka disebabkan perbuatannya,” (QS. Al-A’raf [7]: 96).


Semoga murka Allah Swt segera berakhir, berganti pertolongan-Nya, sehingga bangsa kita dapat segera keluar dari lembah kemiskinan. Amiin.

Sumber: http://www.pkesinteraktif.com dari nara sumber : Suara Muhammadiyah No.16/Th ke-93


Sebagai

Sebagai tambahan.....:

Bagaimana mungkin musibah atau cobaan atau kemiskinan atau kesulitan-kesulitan bangsa ini dengan mudah diangkat oleh Allah SWT, apabila beberapa hal di bawah ini tidak dihilangkan dari bangsa ini, diantaranya:

1. Beberapa lokalisasi PSK yang seakan-akan direstui oleh pemerintah (baca : Umara=pemimpin). Dengan kata lain, umara/pemimpin telah melanggengkan atau menghalalkan kegiatan perzinahan di tanah air ini dalam bentuk lokalisasi.

2. Perjudian memang diperangi, para penjudi ditangkap, tempat judi digerebek dll it's OK, tetapi perjudian dalam bentuk lain dipelihara dan dibiarkan serta dibuat samar seolah-olah bukan judi. Perhatikan sms premium berhadian yang marak di bulan ramadhan ini. Tidak ingat waktu, mau sahur, mau malam mau siang, mau kapan pun orang-orang atau rakyat kita sudah terjerumus ke dalam judi. Bagi pengirim sms seperti itu mungkin tidak merasakan, akan tetapi sudah cukup banyak wacana dan berita yang melakukan perhitungan dimana sms berhadiah ini identik dengan judi dan bahkan nyata-nyata judi misal di blog ini padahal nyata-nyata di tahun 2006, komisi I DPR sudah menyinggung masalah ini waktu itu komisi I DPR dengan Menkominfo Sofyan A. DJalil 19/7/2006 (baca lingkap di sini). Lantas, jangankan di luar bulan Puasa, di Bulan Ramadhan yang penuh hikmah ini saja dibiarkan. Wahai para pemimpin bangsa ini terutama MUI.... Dimanakah engkau berada, kekuatan iman Anda benar-benar kami harapkan untuk memberantas ini.

3. Minuman keras atau khamar dibiarkan hidup dan berkembang di bangsa ini. Kenapa di Bar atau Cafe tidak dilarang tetapi kalau di toko kecil dilarang? artinya kalau ada orang yang mau minum khamar di bangsa ini, tidak perlu susah-susah dan malu-malu, tinggal datang ke Bar atau Cafe, pasti tidak ditangkap.. Karena apa... sang umara/pemimpin bangsa ini tidak melarang penjualan khamar di bar atau cafe itu, betul? Artinya juga, pemimpim membolehkan "permabukan di indonesia"

4. masih telalu banyak orang-orang Dzalim di bangsa ini, termasuk di dalamnya berbegai hal yang bersifat untuk kepentingan umum, misal BBM, GAS, Bahan makanan, dll termasuk di dalamnya segala hal berupa sumber dan pengelolaannya..

5.dll....dll....dll...

Dan masih banyak hal, Akan tetapi, marilah kita mulai dari diri kita sendiri semuanya, lebih-lebih sikap pemimpin. Selain itu, mulailah dari yang kecil yang bisa kita perbuat.

Kita tidak pernah tahu, dan kita kitak akan pernah tahu, dimanakah nyangkutnya do'a-do'a yang selalu kita panjatkan agar bangsa ini terlepas dari kesulitan..? jangan jangan do'a-do'a kita tidak pernah sampai kepada Allah, karena Allah masih belum mencabut kesulitan bangsa ini, karena Dia bisa jadi murka kepada bangsa ini karena diantaranya hal-ha tersebut di atas. Na' udzu billah....

Akan tetapi, keyakinan dan keimanan saya mengatakan, semua ini tetap akan menjadi misteri dan semuanya rahasia Allah semata. Andaikan memang benara Allah murka kepada bangsa kita, marilah kita perbanyak istighfar dan bermohon agar dibukakan hati dan fikiran pemimpin bangsa ini, untuk dengan segera melakukan tindakan nyata untuk memberantas segala hal yang  menghalangi atau meng-hijab-i rahmat Allah turun ke Bangsa ini yang mungkin diantaranya hal-hal tersebut di atas.

Dan pelu diingat kembali:

- Segala hal yang terjadi di bangsa ini yang merupakan pemberian Allah SWT, tidak akan membebani hamba-nya sedikit pun

- Allah tidak akan merubah suatu kaum, jika kaum itu tidak mau/berniat merubahnya

- Yakinlah bahwa Allah maha pengasih dan penyayang kepada hamba-hamba-Nya

 

Sekali pemerintah / umara tidak berani dan tegas untuk masalah ini, maka jangan terlalu besar impian bangsa ini akan terlepas dari kesulitan ini.

Jadi, Wahai pemerintah atau tepaynya Umara rakyat Indonesia, baik yang duduk di pemerintahan maupun di bagian keAgamaan, Silahkan untuk mempelajari kembali hakikan dari kesulitan-kesulitan bangsa ini mulai dari hal-hal yang kecil yang bisa menghambat pertolongan Allah. Jangan pernah takut siapapun, karena Wakil dan penolong Anda hanyalah Allah semata, sepanjang anda berdiri dan bergerak karena Allah, Allah dan pasukannya akan membantu, Amiin....

Wa Allahu A'lam...


Informasi seputar pengobatan

The buzz post-Olympics

The buzz post-Olympics usually centres on the athletes, their achievements and the tirade of endorsement campaigns that inevitably follow. But what about the structures that house these magnificent quadrennial events? Often the stadiums and swimming pools have been purpose-built, but post-event many remain unused, abandoned or unimaginatively repurposed.
Rio Olympics will be a big hit. But, what about stadiums when olympics ends? Rio 2016 Live


Very good article, I was

Very good article, I was looking for something interesting like this, thanks for sharing it. Thanks.


Very good article, I was

Very good article, I was looking for something interesting like this, thanks for sharing it. Thanks.


Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Add image
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Images can be added to this post.

More information about formatting options

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
Image CAPTCHA
Copy the characters (respecting upper/lower case) from the image.